Logo Yayasan Nurul Iman Rawalo

Lembaga pendidikan Pesantren Dan pendidikan Formal

Logo Pondok Pesantren MH Nurul Iman (El Madani)

Kedungwangkal, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah.

Logo SMA Pesantren El Madani Rawalo

Pendidikan Berbasis Pesantren.

Logo LPKU

Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Umat

Logo ELSA

El Madani Safari Tour, Melayani Umroh dan Haji Plus

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Selasa, 03 Maret 2020

Jika Bukan Karena Guruku, Mana Mungkin Aku Mengenal Tuhanku


لولا المربي ما عرفت ربي

"Jika bukan karena Guruku, mana mungkin aku mengenal Tuhanku"

"Aku adalah budak (Hamba Sahaya) bagi orang yang mengajariku walau hanya satu huruf" (Sayyidina Ali r.a)

Selamat Hari Guru Nasional 2019
Salam Ta'dzim kami, Duhai Murobbi Ruhina

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُم # كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُم

Siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan jenengan sekalian (guru)
Bagaimana aku tidak cinta kepada jenengan sekalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama jenengan sekalian.

~~Santri Nderek Kyai~~

Hidup Bahagia Adalah Hidup Yang Bisa Menyadari Dan Mensyukuri Taqdir


Sebelum acara pembacaan manaqib pada malam jum'at kemarin dimulai, Agus Rif'an Muhajirin, salah satu Dewan Pengasuh Ponpes El - Madani menyampaikan beberapa dawuh dan juga motivasi kepada para santri terlebih dahulu, seperti :
"Hidup bahagia adalah hidup yang bisa menyadari dan mensyukuri taqdir".

Gus Rif'an juga mencontohkan ketika kita membayangkan makanan yang enak - enak, seperti ingin makan sate, makan donat atau pizza hut, namun ternyata pada kenyataannya makanan yang ada dihadapan kita adalah "oyek goreng" (Oyek adalah makanan yang berbahan dasar dari ketela pohon/ubi kayu/singkong) maka oyek goreng tersebut adalah menjadi makanan yang paling nikmat disantap, karena yang ada dihadapan kita dan yang bisa dinikmati saat itu adalah oyek tersebut.
Jaadi menerima segala bentuk taqdir dengan cara mensyukurinya tanpa "nggresulo" akan menjadikan suatu kebahagiaan dalam hidup.
---------

Jadilah Santri Yang Bisa Membuat Orang Lain Jatuh Hati Untuk Mau Nyantri, Jangan Sebaliknya


"Jadilah santri yang bisa membuat orang lain jatuh hati untuk mau nyantri, jangan sebaliknya".
(Gus M Rif'an Muhajirin)

Menjadi santri atau alumni pesantren jangan sampai membuat image buruk di masyarakat dengan berperilaku yang tidak terpuji, sehingga muncul di masyarakat pradigma yang buruk pula terhadap santri atau pondok pesantren. (oh jebul santri ki koyo ngono, oh ternyata santri atau alumni pesantren itu seperti itu, dll)
Tahukah kalian, jika hal itu sampai terjadi maka dosa jariyah bagi pelakunya, karena menjadikan masyarakat enggan memondokan anaknya tersebab melihat perilaku - perilaku buruk dari santri atau alumni tersebut.

Membawa nama besar santri atau alumni pesantren adalah sebuah kemuliaan dan merupakan kebanggaan tersendiri, jadilah agen kebaikan, agen yang membawa perubahan dalam masyarakat dan lingkungan dengan perilaku baik, akhlak yang mulia, andap ashor dan lembah manah. Lakukan dengan hati yang tulus, karena sesuatu yang datangnya dari hati maka akan mudah masuk kedalam hati pula.
Jadilah santri dan alumni pondok yang berkwalitas, yang mengamalkan segala ilmu dan ajaran yang didapat dari dunia pesantren.
Perbaiki akhlak, bikinlah masyarakat jatuh hati pada tindak tanduk kita. Dan ketika sudah jatuh hatii maka akan banyak orang yang ingin memondokkan putra - putrinya di Pesantren, dan bagi seseorang yang telah menjadi inspirasi orang tersebut masuk ke pondok pesantren baginya termasuk amal jariyah.

~
Santri dan Alumni pesantren adalah generasi unggul yang gilang gemilang 
Pondok Pesantren El Madani
26/11/19

Test Sema'an 3 Juz


خيركم من تعلم القرآن وعلمه
Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan yang mengajarknya.

Dalam proses belajar dan menghafal Al-Qur'an memang sangat diperlukan ketekunan, ketelatenan dan semangat sertta tekad yang kuat. Ibarat "Nibo Nangi, Rino Wengi" (Jatuh Bangun, Siang Dan Malam) yang ada dipangkuannya adalah Al-Qur'an, yang selalu dilafadzkan adalah Al-Qur'an. Bagaimana tidak, seorang yang ingin mencapai derajat sebagai sebaik-baik manusia yang belajar dan mengajar Al-Qur'an tentu akan melalui sejuta rintangan, cobaan serta kepayahan terlebih dahulu. Dan itu harus mampu ditaklukan. Tidak bisa seseorang yang ingin berhasil dalam tholabul 'ilminya didapat dengan enak-enakan, santai;santai dan tanpa dibarengi dengan tirakat/riyadloh, tentu segala sesuatu tidak datang dengan "Makbendundug" dan "ujug-ujug" Selain terletak pada keberhasilan-keberhasilan yang bersifat pengetahuan, inti dari keberhasilan santri yang utama adalah terletak pada perubahan akhlaknya, akhlak yang semakin baik, akhlakul karimah.


Dan tadi malam pondok Pesantren El-Madani kembali menggelar acara Test Sema'an 3 Juz. Untuk kali ini ada yang tidak biasa, karena pesertanya adalah santri putri yang masih tergolong santri baru, kelas X SMA Pesantren El-Madani, yang baru beberapa bulan mondok. Namun sudah bisa menghafal 4 juz (juz 30 dan juz 1-3) dengan proses pagi (ba'da subuh) setoran dan malamnya untuk muroja'ah serta binnadzor.

Selamat kepada Ananda Fatharis Sururil Aini dari Dawuhan Pekuncen yang telah LULUS Test Sema'an 3 Juz denagn sekali dudukan, dengan sangat lancar dan baik. Semoga dimudahkan dalam proses menghafal hingga khatam 30 juz serta istiqomah dalam menjaga hafalannya.
🌹
🌹Semaa

Risalah Kyai Ketika Libur Pondok


18 Desember 2019
Libur telah tibaa 💖
Selamat berlibur untuk seluruh santri El -Madani.
Jangan lupa Sampaikan salam dari seluruh Dewan Pengasuh untuk kedua orang tua dan keluarga. Dan ingat selalu dengan dawuh - dawuh yang disampaikan Dewan Pengasuh sebagai bekal berlibur di rumah, seperti :

🍀 Dimanapun kalian berada, ingat bahwa kalian membawa nama El - Madani, jaga akhlak dan jadilah santri dimanapun berada.
🍀 Tidak meninggalkan rutinitas yang biasa di lakukan di pondok, seperti, shalat 5 waktu fii awwali waqti, mujahadah, shalat tahajud dan shalat dhuha.
🍀 Membantu orangtua dan memuliakan kedua orangtua.
🍀 Tunjukan perubahan sikap yang lebih baik pada keluarga dan lingkungan, jangan membuat dosa jariyah, dengan membuat orang lain tidak ingin mondok lagi karena melihat kelakuan buruk dari diri kita.
🍀 Berpakaianlah yang rapi dan jangan malu memperlihatkan pakaian kesantriannya.
🍀 Nderes dan muroja'ah tetap diistiqomahkan, sebagaimana di pondok.
🍀 Harus bisa memberi contoh yang baik-baik dan mengajak pada kebaikan.



Selain itu, Agus Abdul Basith juga berpesan dalam pertemuan rutinan Manaqib malam jum'at terakhir sebelum liburan, bahwa "Keberhasilan seorang santri bukan diukur dari keilmuan dan kepandaianya, Namun inti dari keberhasilan santri adalah terletak pada perubahan karakter, karakter yang lebih baik".
--
Selamat berlibur untuk semua santri El - Madani.
Berliburlah dengan akhlak, hiasi diri dengan akhlak yang baik dan ciptakan liburan yang berkualitas.
Selamat berkumpul dengan keluarga, Semoga liburannya menyenangkan dan membawa berkah, kemudian kembali ke pondok dengan membawa semangat baru yang lebih membuncah.

Elsa Grup (El-Madani Safari Grup) Haji Dan Umroh


Mau Haji Dan Umroh?
Bareng Elsa Grup saja 😊
(El-Madani Safari Grup)
.
.
Semoga kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertai kita semua, Aamiin.

Menyampaikan informasi biro jasa pelayanan Haji Plus dan Umroh.
Mau konsultasi atau daftar bisa langsung datang ke Ponpes El Madani (MH Nurul Iman) Kedungwangkal, Banjarparakan Rawalo Banyumas, atau bisa menghubungi Via Telp/WA, ke 081227682221 atau 085773905716.
(Untuk memudahkan silakan klik wa.me/6281227682221)

Semoga Allah memampukan kita semua untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umroh. Aamiin
---
Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu namun Allah memampukan orang-orang yang terpanggil untuk berkunjung beribadah haji dan umroh ke Baitullah.

Butakanlah Hatimu Dari Cinta, Sebelum Cinta (Yang Hanya Berdasar Nafsu) Membutakan Hatimu Dari Segala Bentuk Kebaikan.


Butakanlah hatimu dari cinta, sebelum cinta (yang hanya berdasar nafsu) membutakan hatimu dari segala bentuk kebaikan.
Karena memang salah satu penghambat terbesar keberhasilan santri dalam tholabul 'ilmi adalah bermain hati sebelum pada waktunya. Banyak remaja yang mengorbankan masa indah belajarnya hanya sekedar untuk menuruti hawa nafsu cintanya belaka.
Jatuh cinta jaman sekarang tidak seperti jaman dulu, yang ketika memiliki rasa kepada seseorang maka hanya berani mencuri pandang dari kejauhan, berbalas senyum dalam angan, pol mentok kirim salam, tanpa berani melakukan "eksyen" yang dilarang.

Seseorang yang sedang merasai indahnya jatuh cinta harus pandai memenej hatinya, bila perlu mengikat rasa agar tidak tertuang pada cinta dan perilaku yang salah, agar tidak berakibat fatal dengan adanya kisah cinta yang membuta. Orang yang sedang dibutakan oleh cinta akan sulit menerima nasihat - nasihat baik dari siapa pun, baik oleh orangtuanya, teman, bahkan oleh gurunya sekalipun. Semuanya dibiarkan menguap begitu saja.
Jatuh cinta memang fitrah, namun mengekspresikan rasa cinta terlalu dini yang belum pada waktunya juga merupakan sesuatu yang keliru. Ketika di dalam hati sudah mulai terjangkit virus tersebut maka buru - burulah kita mengendalikannya, buru - burulah kita mengenyahkannya dari hati kita, dan tanyakan pada nurani, sudah pantaskah cinta itu kita ekspresikan sekarang?
Sudah mampukah kita mengemban rasa sengsara ketika cinta yang hadir belum pada waktunya kita gaungkan?
Sudah relakah berbagai hafalan pelajaran dan Al - qur'an yang kita bersusah payah dalam menghafalnya meredup dalam ingatan lalu menghilang?
Seperti yang didawuhkan oleh Imam Waki' (Guru Imam Syafi'i)

ﻗﺎﻝ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ : ﺷﻜﻮﺕ ﺇﻟﻰ ﻭﻛﻴﻊ ﺳﻮء ﺣﻔﻈﻲ - ﻓﺄﺭﺷﺪﻧﻲ ﺇﻟﻰ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ فإن الحفظ فضل من اله - وفضل الله لا يعطى لعاصى

"Saya (Imam Syafi’i) mengadu
kepada Imam Waki' tentang daya hafalku yang
buruk. Kemudian beliau (Imam waki') menyarankan saya untuk meninggalkan maksiat.
Sesungguhnya hafalan itu fadlol (anugerah) Tuhan, dan anugrah
Allah tidak akan diberikan kepada
orang yang bermaksiat"

Dan Sudah siapkah kita melihat orang terkasih kita, orang yang sangat berarti dalam kehidupan kita merasakan kekecewaan, sakit, perih dan prihatin atas ulah kita? Orang tua kita, Guru - guru kita, mereka semua yang akan paling banyak meneteskan air mata.
Tanyakan pada nurani kita, sedalam - dalamnya.

Jika cinta hadir menyapa dalam hati, cukuplah kita berucap syukur kepada Allah, dan menikmati alunan prosesnya dengan diam, dengan sabar, dengan tidak mengekspresikannya.
Bukankah mencintai seseorang dalam diam lebih nikmat? Bukankah mencintai seseorang dalam ketulusan doa yang kita rapalkan dalam kesunyian akan lebih indah?
Simpanlah rasa itu sedalam samudera jika kita mampu menyimpannya, namun buanglah rasa itu sejauh mungkin jika kita tak mampu menyimpan.
Belajarlah dari kisah cinta dalam diamnya Sayyidina Ali Radliyallahu 'anhu kepada Sayyidah Fathimah Az - zahra.

--
Nikmati masa indah saat belajar, masa indah di pesantren dengan tanpa berpacaran, dengan tanpa melanggar peraturan. Hafalan yang sudah kita rangkai dengan susah payah jangan kita pertaruhkan dan amanah besar dari orang tua kita mengirim kita untuk nyantri jangan kita sia - siakan, jangan kita kecewakan.
Semakin engkau menjaga hatimu dari kesenangan sesaat, Allah akan memberikan kesenangan yang haqiqi dalam rumah tanggamu kelak, fiddaroin.

Jomblo Sampai Nikah 
El - Madani, Sabtu 211219

Kenapa memilih Madrasah Wustha El-Madani?


Sejak berdirinya pendidikan formal di bawah naungan Yayasan Nurul Iman yaitu SMA Pesantren El-Madani, banyak dari masyarakat yang mendaftarkan/menitipkan puta-putrinya untuk mondok sekaligus sekolah di SMA Pesantren El-Madani sambil berkehendak ingin menitipkan putra-putri atau saudaranya untuk ikut serta mondok dan sekolah di Mts/SMP. Karena banyaknya permintaan dan peminat yang terkadang kami juga belum bisa menerimanya membuat kami, para pengurus dan juga tentunya dewan pengasuh memikirkan hal tersebut, yang akhirnya mempunyai gagasan mendirikan Madrasah Wustha yang setingkat dengan jenjang pendidikan Mts/SMP.
Dan karena bidikan kami adalah mencari dan menerima generasi penerus yang memiliki semangat belajar tinggi dan yang berkualitas dalam kecerdasan intelektualnya. Kenapa harus yang berkualitas? Sebab kami mempunyai program unggulan yang berkualitas. Dan dari itu dibutuhkan peserta didik (santri) yang mempunyai kriteria-kriteria tersebut, agar terwujud cita-cita besar kita bersama, yakni mencetak generasi muda unggulan yang berilmu dan berakhlakul karimah, serta memiliki kualitas inteletual yang tinggi dalam menghadapi era milenial.
--
Apa saja program unggulan Madrasah Wustha El-Madani?
1. Tahfidzul Qur'an.
Yang insyaAllah dalam jangka waktu 3 tahun bisa mengkhatamkan hafalan 30 Juz Bilghoib.
2. Bisa Membaca Kitab Kuning.
Dalam dunia pesantren, kitab kuning adalah merupakan sesuatu yang sangat istimewa, karena bisa disebut ruhnya pendidikan pesantren ada pada kitab kuning.
Begitu banyak manfaat dan keistimewaan jika kita bisa menguasai dan memahami isi dari kitab kuning, maka sedikit banyak akan tahu apa yang tersirat dan apa yang tersurat dalam Alquran dan Alhadist.
Namun tidak semua santri mampu untuk bisa membaca kitab kuning gundul/kosongan (tanpa harakat, tanda baca dan tanpa makna). Untuk bisa membaca kitab kuning dibutuhkan kehalian tersendiri dengan kematangan ilmu nahwu, sharaf, dan balaghah.
Di Madrasah Wustha El-Madani santri dalam kesehariannya yang diutamakan dan difokuskan adalah dalam pembelajaran Kitab Kuning dan juga Tahfidzul Qur'annya.
Selain program unggulan tersebut, di Madrasah Wustha El-Madani juga ada banyak kegiatan ekstrakurikuler, salah satu diantaranya adalah adanya pelajaran pematangan 2 bahasa, yakni Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Dan setelah lulus dari Madrasah Wustha El-Madani santri diwajibkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Nurul Iman, yaitu melanjutkan pendidikan formal menengah atas di SMA Pesantren El-Madani.
Mari bergabung bersama kami. Menjadi generasi unggulan yang bisa bermanfaat untuk sesama.

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat