Logo Yayasan Nurul Iman Rawalo

Lembaga pendidikan Pesantren Dan pendidikan Formal

Logo Pondok Pesantren MH Nurul Iman (El Madani)

Kedungwangkal, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah.

Logo SMA Pesantren El Madani Rawalo

Pendidikan Berbasis Pesantren.

Logo LPKU

Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Umat

Logo ELSA

El Madani Safari Tour, Melayani Umroh dan Haji Plus

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Sabtu, 27 Februari 2021

Wakaf Bersama, Pembebasan Lahan Buat Tahfidz

Gimana caranya pahala kita tetap mengalir walaupun kita sudah tiada ??
itulah pertanyaan yang cerdas...
Sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad Sallallahu 'Alaihi Wasallam...

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shaleh” (HR. Muslim no. 1631)

Wakaf itulah solusi terbaik....
Mau wakaf tanah, tapi mahal, dan uangnya harus banyak???
Inilah solusinya Wakaf gotong royong, hanya dengan 150 ribu, anda sudah bisa berwakaf.
Atau ingin wakaf dihadiahkan utuk keluarga, orang tua, saudara dan lain-lain, Sangat bisa...
.
Yuk kak Ikut berpartisipasi Program Pembebasan Lahan untuk Perluasan Pondok Pesantren El-Madani Rawalo Banyumas.


Hanya  dengan Rp.150RB kakak sudah bisa wakaf 1 meter persegi.. 

Via Transfer :
💳BRI  3764 01 022640 53 2 A.N PONPES MH. NURUL IMAN
.
📲 Konfirmasi transfer &
🚚 Jemput Donasi : 089-536-567-117-8
🌐 http://www.el-madani.com

Mohon bantu sebarkan ya kak... Semoga Allah mencatatnya sebagai bagian dari amal kebaikan kakak.. 

Semoga dengan niat yang tulus, anda sekalian, mendapat Ridho Allah Subhanahu Wata'ala...amiin


#amaljariyah #sedekahjariyah #Infaq #santri #wakaf #pembebasanlahan #pondoktahfidz #yatimdhuafa #pejuangdakwah #pahalajariyah #tahfidzquran #hafidzquran #yatimdhuafa #jihadharta #tahfidzquran #penghafalquran


 

Kamis, 25 Februari 2021

KEUTAMAAN ILMU



Suatu ketika, kaum Khawarij mendengar sabda Nabi Muhammad saw. : انامدينةالعلم و عليّ بابها “Aku adalah kota ilmu, dan Ali gerbangnya.

Melihat kenyataan tersebut, mereka tidak mau menerimanya. Lalu berkumpullah para tokoh Khawarij untuk membuktikan hal tersebut. “Kita tanyakan saja kepada Ali, sepuluh pertanyaan yang sama. Jika dia memberikan alasan yang berbeda, maka benarlah apa yang dikatakan Nabi,” usul seorang tokoh. Mereka kemudian mendatangi Sayyidina Ali secara bergilir dan melontarkan pertanyaan yang sama : “Lebih utama mana ilmu atau harta?” Sayyidina Ali pun, selalu menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sama: ilmu. Akan tetapi dengan alasan berbeda. Kepada penanya pertama, ia menjelaskan ilmu warisan para nabi, harta merupakan warisan Qarun, Fir’aun dan lainnya. “Ilmu menjagamu, sedang harta kamulah yang menjaganya,” terangnya kepada penanya kedua. “Pemilik ilmu sahabatnya banyak, pemilik harta musuhnya banyak. “Ilmu akan bertambah jikau kau pergunakan. Harta akan berkurang jika kau gunakan.”:

baca juga:
Kepada orang kelima dijawabnya, ”Pemilik ilmu akan dohormati dan dimuliakan. Pemilik harta akan ada yang menjulukinya si pelit. “Harta perlu dijaga dari pencuri, ilmu tidak perlu menjaganya. “Pemilik harta pada hari Kiamat akan dimintai tanggung jawab. Pemilik ilmu akan menadapat syafaat. “Ketika dibiarkan dalam waktu yang lama harta akan rusak. Sedangkan ilmu tak akan musnah dan lenyap. “Harta membuat hati jadi keras. Ilmu menjadi penerang hati.
“Pemilik harta akan dipanggil Tuan Besar. Pemilik ilmu akan dijuluki ilmuan. Andaikata kalian hidupkan banyak orang, maka aku akan menjawabnya dengan jawaban berbeda, selagi aku masih hidup,” tegas Sayyidina Ali kepada penanya terakhir. Dan akhirnya, mereka pun kembali dalam pengakuan Islam.


Writer By: fb

KH Abdullah Bin Nuh, Ulama Dari Provinsi Jawa Barat, Bersama Habib Lutfi Bin Yahya


KH Abdullah bin Nuh (kiri) bersama
Syekh Abdurrahman Baishor
Grand Syekh Al Azhar Mesir  

Siapa KH Abdullah bin Nuh itu? nama yang menjadi sebuah jalan protokol di tengah Kota Bogor?

KH Abdullah bin Nuh adalah salah satu ulama kharismatik dari Provinsi Jawa Barat, beliau seorang Ulama yang gigih berjuang ikut mengangkat senjata melawan penjajah di Indonesia. beliau juga memiliki peran strategis sebagai jurnalis di berbagai surat kabar dan majalah serta sebagai penyiar Bahasa Arab di RRI di masa awal Kemerdekaan.
Di bidang pendidikan beliau tercatat sebagai perintis berdirinya perguruan tinggi Islam di Yogyakarta (kini bernama UII) serta menjadi dekan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. beliau juga penulis produktif yang banyak menghasilkan puluhan karya buku baik dalam bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia.
Beliau dikenal sebagai wali Allah yang memiliki banyak karomah. Seperti penuturan Habib Umar Majalaya sekaligus sebagai kesaksian saat itu. Sewaktu kecil, beliau diajak ayahnya ke Pesantren Al-Ghazali Bogor, saat sudah sampai di depan pintu, beliau bergumam dalam hatinya,
‘Ajengannya sudah tua ya’.
Seketika itu Kiai Abdullah menjawabnya, ‘Benar sekali Habib, saya memang sudah tua.’
Si Habib pun terlihat malu, dan berpikir bagaimana bisa si Ajengan membaca pikirannya.
Ada kisah tak kalah menarik lainnya. Habib Luthfi sewaktu mudanya pernah diutus sang ayah untuk berkunjung ke Pesantren Al-Ghazali Bogor. Dalam keadaan sakit, Kyai Abdullah setelah Subuh sudah meminta orang rumah menyiapkan hidangan untuk tamu istimewanya yang akan hadir.
Tibalah Habib Luhtfi bin Yahya, dan langsung disambut Kyai Abdullah dengan berbahasa Arab panjang lebar hingga sekitar 20 menit.
Saat itu, sebagaimana diakui Habib Luthfi, Kyai Abdullah sedang mentransfer 12 Kitab kepadanya. kedua belas kitab itulah yang dipelajari Mama Abdullah dari kakek Habib Luthfi sewaktu menjadi satri Pekalongan.

Baca juga:

Kyai Abdullah juga dikaruniai kemuliaan mimpi bertemu Rasulullah hingga tak kurang dari 10 kali. Saat menjadi tentara PETA wilayah Jawa Barat, KH Abdullah bin Nuh memiliki satu amalan bershalawat kepada Rasulullah tak putus setiap harinya secara kontinyu.
Tiap derap langkah dan strategi yang ia ambil dalam aksinya melawan penjajah, selalu dibacakan shalawat terlebih dahulu. Wirid melanggengkan shalawat inilah, diakui KH Abdullah bin Nuh menjadi wasilah pertemuannya dengan sang kekasih hati, Nabi Muhammad SAW.
Di antara salah satu kisahnya adalah sewaktu dalam masa perjuangan, Kyai Abdullah berencana mendatangkan senapan sebagai upaya melawan penjajahan di Tanah Air.
Tak hanya itu Kyai Abdullah selaku komandan PETA juga berencana mempelajari perakitannya. Pada suatu malam Kiai Abdullah bermimpi mendatangi suatu negeri yang penuh dengan pasir seperti pasir yang terdapat di negeri-negeri Arab, anehnya di sana terdapat gubug seperti di daerah Jawa.
Tiba-tiba saja, Rasulullah SAW berada di tengah-tengah gubug itu. Dikatakan bahwa Rasulullah SAW dalam beberapa tahun terakhir melaksanakan haji. Saat itu, Kiai Abdullah berniat melaksanakan haji sambil belajar merakit senapan kecil.
Lalu, dalam mimpi itu ia mendatangi Haji Abdur Rahman. Maka, ia memberi satu koper kulit yang berisikan senapan yang dimaksudkan dalam keadaan terbongkar. Mimpi ini terjadi ketika aku sedang melakukan jihad kemerdekaan Indonesia melawan kekuatan penjajah Belanda.
Bahkan, Haji Abdur Rahman berpesan kepadaku agar berhati-hati dengan membawa senjata itu. Akan tetapi, aku meninggalkannya untuk mendekati Rasulullah SAW hingga aku mencium tangannya yang mulia. Beliau bersabda,
“Bukankah kamu datang untuk belajar merakit senjata api, ya sudah sana..!”
Hal ini sebagai isyarat bahwa Rasulullah SAW merestui rencana KH Abdullah bin Nuh mendatangkan senapan.
KH Abdullah bin Nuh di usia senjanya selalu menggaungkan persatuan umat Islam di Indonesia. Beliau wafat pada usia 84 tahun. Praktis, tidak ada waktu terbuang sia-sia dalam kehidupannya.
Semuanya dihabiskan untuk kepentingan umat, bangsa dan negara. Kiai Kharismatik ini meninggal pada 26 Oktober 1987. Jenazahnya dikebumikan di komplek Pesantren Al-Ghazali Bogor.
Kisah perjuangannya menjadi pembelajaran yang abadi dan buku-buku yang ditulisnya menjadi amal jariyah yang mengalirkan pahala bagi Sang Wali Allah asal Jawa Barat ini. Amin.

Sumber    :   Nasir Nashiruddin.
Writer By :
facebook
agung

Minggu, 21 Februari 2021

PENGORBANAN PARA ULAMA DALAM PERJUANGAN MEREKA MENUNTUT ILMU

PENGORBANAN PARA ULAMA DALAM PERJUANGAN MEREKA MENUNTUT ILMU

Musyawarah Santri Putra

Ini tentang kisah perjuangan finansial para penuntut ilmu. Ada ungkapan menarik dari salah seorang ulama. Imam ibnu abdil bar dalam kitab bayan al ‘ilm wa fadhlihi menyitir ungkapan imam syu’bah sebagai berikut :


قال الإمام شعبة : ” من طلب الحديث أفلس”


“Barang siapa menuntut ilmu hadits, maka ia akan jatuh bangkrut..”


Sungguh, apa yang beliau sampaikan tidaklah berlebihan. Bagi orang yang belum menyelami bagaimana pengorbanan para ulama dahulu dalam belajar dan menuntut ilmu, ungkapan ini pasti terdengar asing dan mengherankan. Padahal, jika kita melihat, ungkapan ini hanya sedikit gambaran bagaimana potret dari semangat juang para ulama dahulu yang luar biasa.

Apapun itu mereka korbankan untuk ilmu. Bahkan pada hal-hal yang kebutuhannya bersifat primer seperti rumah dan pakaian. Bagaimana tidak, jikalau Imam Malik sampai rela menjual atap rumahnya untuk keperluan menuntut ilmu, Imam Syu’bah menjual bak mandi ibunya, Imam Abu Hatim menjual pakaiannya satu per satu sehingga yang tersisa hanya pakaian yang melekat di badannya, dan Imam Ahmad sampai rela safar tanpa alas kaki karena menggadaikan sandalnya sebagai bekal perjuangan menuntut ilmu. 

Ketahuilah, mereka mengorbankan benda-benda itu karena hanya itulah yang mereka miliki.

Riwayat ini diceritakan oleh syeikh Abdul Fattah Abu Ghuddah dengan sanadnya dalam kitab masyhur beliau “ صفحات من صبر العلماء “ ( shafahat min shabr al ulama’ ).


Suatu kali, Imam Yahya bin Ma’in pernah ditanya setelah mendapat kekayaan warisan dari ayahnya, “apa yang akan kau perbuat dengan semua ini?”, ia menjawab dengan penuh keyakinan, “saya akan infaqkan semua ini untuk belajar hadits.”

Bahkan dahulu ada ulama yang sudi mengeluarkan beberapa dinar (keping emas) miliknya hanya demi membeli tinta untuk menulis.

Dan kisah-kisah lain yang luar biasa, banyak diantara mereka yang jatuh bangkrut demi ilmu. Bahkan ada diantara mereka yang rela menjual seluruh pakaiannya, hingga ia hidup tak berbusana di dalam rumahnya sendirian. MasyaAllah.. Betapa pengorbanan kita masih jauuuuh..


Imam Ali bin Harb pernah bercerita,


أتينا زيد بن الحباب، فلم يكن له ثوب يخرج فيه إلينا، فجعل الباب بيننا و بينه حاجزا، و حدثه من ورائه -رحمه الله تعالى


Kami mendatangi Zaid bin Hubab untuk belajar hadits, keadaan beliau saat itu tidak memiliki pakaian yang dengannya ia bisa menemui kami, kemudian ia menjadikan pintu rumahnya menjadi tirai pengahalang diantara kami dan beliau, dan berlanjutlah periwayatan hadits tersebut dibalik pintu itu. (shafahat min shabr al ulama’, halaman : 234)

Umar bin Hafs al Asyqor juga pernah bercerita,


إنهم فقدوا البخاري أياما من كتابة الحديث بالبصرة، قال : فطلبناه فوجدناه في بيت و هو عريان، و قد نفد ما عنده و لم يبق معه شيء


Dahulu para penuntut ilmu itu pernah beberapa hari mencari-cari Imam Bukhori di Bashrah untuk menimba hadits, setelah dicari ternyata mereka menemukan Imam Bukhori dalam keadaan telanjang di rumahnya, telah habis apa yang ia punya dan tak ada tersisa satupun yang ia miliki. (tarikh baghdad li al khathib , Juz 2 halaman 13 )


Teman teman.. Begitulah menuntut ilmu. Ia adalah jalan pengorbanan. Jika engaku serius mencintainya, engkau akan korbankan segalanya. Ia tidak hanya memaksa penuntutnya untuk mengorbankan energi, waktu, tenaga, dan pikirannya, ia juga menuntut untuk terkorbannya harta.

Kadang kita harus rela untuk tidak berbelanja dan makan enak, demi mampu berbekal dalam menuntut ilmu, menempuh perjalanan menuju halaqah-halaqah para ulama, membeli kitab-kitab utama dan mampu memuaskan penasaran pada kitab-kitab baru yang menggiurkan. Kadang ia berjilid-jilid tebal mempesona.

Pantas dahulu Imam Malik berkata:


“لا ينال هذا الأمر -يعني العلم- حتى يُذاق طعم الفقر”

“Seseorang tidak akan memperoleh ilmu, sampai ia merasakan pahitnya kefaqiran”


Jika diantara teman-teman ada yang sudah berkorban banyak dalam menuntut ilmu, siap untuk tidak makan enak, dan rela untuk tidak kenakan pakaian baru demi pengalokasian uang ke kitab dan bekal-bekal belajar, maka sungguh dia sudah mengamalkan sunnahnya para ulama.

Memang harus seperti itu, bukannya kita yakini bahwa ilmu adalah sesuatu yang termahal? Buklkannya kita tahu bahwa suatu yang mahal tidak bisa terbayar dengan suatu yang remeh-temeh?

Tapi.. Ingat!! Itu tak seberapa dari apa yang Allah persiapkan bagi pejuang pejuang ilmu dari keagungan, derajat yang tinggi dan pahala yang besar. Diantaranya adalah otoritas syafaat yang diberikan oleh Allah bagi para ulama dan pencari ilmu kelak di hari kiamat. 


Allah berfirman, ‘Wahai sekalian ulama. Inilah surgaku. Kuizinkan surga ini untuk kalian. Inilah ridha-Ku. Aku telah meridhai kalian. Jangan kalian masuk surga terlebih dahulu sebelum berdiam untuk memberikan syafaat kepada siapa saja yang kalian kehendaki.

Aku juga memberikan mandat agar kalian memberikan syafaat kepada mereka yang meminta syafaat kalian agar aku dapat memperlihatkan kepada semua hamba-Ku betapa tinggi kemuliaan dan kedudukan kalian,’”

Hal ini disebutkan dalam Kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya karya Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi halaman 63-64.


#pojokpesantrenelmadani #ayomondok #santrisaklawase #mondoksampairabi #ngajisampaimati #SMApesantrenelmadani #ngajiakhlak #alasantri #santribanyumas

Jumat, 19 Februari 2021

Ibu Nyai Sepuh Di Balik Kesuksesan Pondok Lirboyo

 

Ibu Nyai Sepuh Di Balik Kesuksesan Pondok Lirboyo

Ketika santrinya semakin banyak, KH. Manab Abdul Karim didatangi oleh utusan dari Magelang, tempat kelahiran beliau, yang meminta beliau untuk pulang ke Magelang dan mendirikan pesantren di sana. Serta sudah disediakan masjid, rumah dan tanah yang bisa menunjang kehidupan beliau.
Mbah Kiai menyerahkan kepada istri beliau, Nyai Dlomroh binti KH. Sholeh, untuk menjawabnya.
Nyai Dlomroh pun menjawab dengan ucapan yang ditujukan kepada Mbah Kiai Manab :
“Kiai, kalau njenengan pulang ke Magelang, silakan. Tapi pulangkan saya ke bapak saya. Tapi bila njenengan tetap disini, maka njenengan fokus mengaji dan ngopeni santri, sementara untuk urusan ma’isyah (kebutuhan sehari-hari) saya yang menyanggupi.”
Demikianlah,
Nyai Dlomroh setiap harinya berangkat ke pasar Bandar untuk berjualan kebutuhan dapur, kulakan dari daerah pegunungan Besuki, juga kain batik yang langsung dibatik dengan tangan beliau sendiri. Seiring waktu, beliau mulai menyewa sawah yang ternyata sukses sehingga bisa membeli sawah sendiri, bahkan bisa membeli tanah yang berada di sekitar tempat tinggal beliau.
Alhasil, semua tanah komplek asrama santri pondok pesantren Lirboyo yang lama dan yang kemudian ditinggali oleh putri-putri dan cucu beliau di Lirboyo adalah hasil dari jerih payah beliau.
Benarlah.. Bahwa dibalik kesuksesan suami, pasti ada istri yang hebat dibelakangnya..
Kagem Mbah Yai Manab & Mbah Nyai Dlomroh Lahumal Fatihah


Writer copy
By facebook : Ahmad Mustaqim Al-Barky

Inspirasi Kehidupan


"Rusaknya dunia bukan karena banyaknya orang jahat tapi karena diamnya orang benar"

Itulah bahasa yang tepat untuk saat ini

Sahabat santri yang dirahmati allah, Apakah maksud pepatah diatas ?

Jadi gini ketika dunia mengeruh karena kekacauan atau kejahatan yang terjadi, kalian tidak boleh perpikir,bahwa sudah banyak orang jahat di dunia ini. Mengapa? karana sejatinya kejahatan yang berlanjut itu karena bamyaknya orang benar yang diam. 

Maksudnya apasih? gini loh.... suatu kejahatan tidak akan pernah berhenti sebelum adanya solusi untuk menghentikan kejahatan tersebut. Nah pertanyaannya, solusi dibuat oleh siapa? orang yang tau kebenaran bukan. Nah bagaimana solusi mau dibuat kalau  orang yang benar hanya diam. Maka tak akan pernah ada jalan keluar. 

Lalu bagaimana? Maka kita sebagai santri tentu sudah dibekali dengan berbagai ilmu. Jadi sobat santri harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk

Jika sobat santri menemukan perkara yang melenceng maka segera di luruskan dan diberikan pemahaman. Sobat santri ngga boleh takut dalam kebenaran, jangan pernah berfikir Akukan bukan siapa-siapanya? apalagi takut dimarahin, jika sahabat santri berfikir begitu maka siapa yang akan menunjukan jalannya, terus siapa yang menjadi lentera untuk menerangi jalan kegelapan agar bisa berjalan dijalan yang lurus agar tidak tersesat ? maka kalau bukan santri siapa lagi, Kalau ada fikirian seperti itu di hilangkan dari sekarang karena kalau bukan sekarang kapan lagi.

Banyak yang terjadi sekarang orang benar yang tidak menegur jika ada seseorang yang melakukan kesalahan apalagi jika yang melakukan pemimpin/orang berkedudukan seperti pejabat, direktur, bos dll. Dengan dalih takut dipecat, diancem/ dibenci banyak orang. Padahal tanda-tanda hari akhir salah satunya adalah pemimpin yang bodoh tapi pandai berbicara seperti didalam  hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا اْلأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَـا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ. 

“Sesungguhnya akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan tipuan, seorang pembohong dibenarkan dan seorang yang jujur dianggap berbohong, seorang pengkhianat dipercaya dan seseorang yang dipercaya dianggap khianat, dan saat itu Ruwaibidhah [2] akan berbicara.” Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah Ruwaibidhah itu?” Beliau menjawab, “Ia adalah orang bodoh yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).


Jadi, saling ingat mengingatkan, nasehat menasehati tapi jangan salah menyalahkan. Jangan takut dalam hal kebenaran because 

إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan(QS. Al-Hujurat:18)

cukup sekian semoga bermanfaat
Baca juga:

Kehidupan Ideal Remaja Di Pondok Pesantren

 



"Di zaman akhir seperti saat ini tidak ada kehidupan yang lebih ideal dan selamat selain berada di pondok pesantren". Inilah pesan dari guru kita semua, dan apa sih maksudnya?.


Di zaman akhir ini merupakan zaman yang mendekati menuju hari akhir (Hari Kiamat), dengan sudah munculnya beberapa tanda kiamat yang sudah ada saat ini, dan banyak sekali orang-orang di luar sana yang tidak memperdulikan hal tersebut, dan manusia di luar sana banyak yang bermaksiat, berzina, dsb nya. 


Agar kita semua terhindar dari hal negatif di luar sana, maka tempat yang paling aman untuk kita adalah pondok pesantren, dan apalagi anak muda yang saat ini sedang menuntut ilmu. Alasan kenapa pondok pesantren tempat yang aman?

1. Di pondok pesantren kita mendapatkan berbagai ilmu, yang sebelumnya berakhlak belum baik,  ketika belajar di pondok akan berakhlak baik

2. Dan di pondok pesantren di ajarkan ilmu yang tidak bisa di dapatkan di luar sana, seperti ilmu fiqih, ilmu akhirat, ilmu dunia, ilmu membaca Al-Qur'an , dan masih banyak lagi.

    

Sabtu, 13 Februari 2021

Arti lambang NU

 



Apakah anda tau arti dari lambang NU ? jadi gini lambang NU ternyata memiliki arti yang sangat bermakna, Berikut adalah arti dari unsur yang ada pada lambang NU:





1. Bintang Sembilan 

    a. Bintang besar yang ada di tengah bagian atas melambangkan nabi Muhammad SAW.

    b. Dua bintang kecil yang ada di sebelah kiri dan kanannya bintang besar melambangkan 4 sahabat                                            khulafaurrasyidin, yaitu: Abu bakar ra, Umar bin Khatab ra, Usman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Thalib

    c. Empat bintang kecil di bagian bawah melambangkan 4 madzhab yaiyu: Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali

    d. Keseluruhan jumlah bintang sembilan melambangkan Wali Songo.

2. Bumi

    Bumi mengingatkan kita bahwa manusia itu berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah

3.Tali yang melingkari bumi

   a. Tali yang melingkari bumi adalah lambang ukhuwah (persatuan) berdasarkan surat Al Imran:103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran : 103)

    b. Dua ikatan tali (simpulan)disebalah bawah mengambil hiknahnya sebagai bentuk bertahanan agar tidak
        dimasuki orang-orang ternista yang mendustakan Allah
    c. banyak untaian tali sebanyak 99 yang melambangkan Asma ul husna.

4.warna

    a. warna dasar putih melambangkan kesucian
    b. warna tulisan melambangkan kesuburan
    c. warna bintang kuning yang disebutkan didalam al-qur'an surah al-baqarah:69

 

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ

Artinya: Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya".(QS. Al-Baqrah:69)

Baca juga:

KH. Kholil Bangkalan Madura

Rabu, 10 Februari 2021

KH. Kholil Bangkalan Madura

 

Seorang ulama yang masyhur karena kedalaman ilmu agamanya serta menjadi guru besar dikalangan ulama-ulama diindonesia khususnya jawa madura. Beliau sangat alim ahli dibidang ilmu lahiriah dan ilmu bathiniah, Beliau juga terkenal akan karomahnya yang serba ragam.

Menelisik silsilah

Jika ditelisik silsilahnya nasab Syaikhona Kholil Bangkalan geneologis sambung dengan tokoh-tokoh terkenal dan berpengaruh sebelumnya. Didalam catatan yang dibuat KH. Ali Bin Badri Azmatkhan disebutkan bahwa ada lima jalur silsilah Syaikhona Kholil Bangkalan hingga ke Rosulullah SAW. yaitu

1.Sunan Kudus (Sayyid Ja'far Shadiq )

2. Raden Rahmat atau Sunan Ampel

3. Sunan Giri ( Sayyid Muhmmad Ainul Yaqin )

4. Sunan gunung jati

5. Jalur Basyaiban

Pendidikan 

Sejak kecil beliau sangat kental akan agama islam, Beliau pertama kali didik dasar-dasar agama (akidah, Syariat, Akhlak) oleh ayahnya sendiri yakni Kiai Abdul latif. Bahkan Beliau Sυԁаһ hafal dengan bаіk Nadzham Alfiyah Ibnu mаӏіk (seribu bait ilmu nаһwυ) Sejak uѕіа muԁа. Beliau belajar dan memperdalam ilmu agama kesejumlah pesantren di bangkalan setelah cukcp belajae dengan ayahnya. Kemudian beliau berguru kepaada Tuan Guru Agung yang kemudian dikenal dengan Bhujuk Agung. Proses belajar yang dilaluinya itu, telah menjadikan beliau sebagai pribadi yang mengusai dasar-dasar ilmu agana yang bersumber pada kitab-kitab klasik, Serta dasar ilmu lahir dan bathin. lalu beliau melanjutkan pengembaraan ilmunya ke sejumlah pesantren di pulau jawa, diantarannya: 1). ponpes bungah, gresik( kiai sholeh);2)ponpes langitan tuban ( kiai muhammad noer );3). ponpes darussalam, kebon candi , pasuruan(kiai arif). Namun setelah beliau belajar ilmu agama di pondok pesantren di daerah jawa ternyata beliau belum puas, Beliau ingin memperdalam ilmunya lagi di mekah. pada 1859 Beliau memualai pengembaraan ilmunya ditanah suci. ketika beliau sudah memandang cukup ilmunya da sudah mendapat perintah gurunya atas dasar patuh beliau pulang ketanah halamannya, Bangkalan

Proses Dakwah Beliau 

Beliau pertama dakwah mengajarkan agama kepada keluarga adipati bangkalan yang pada saat itu Beliau menjadi penjaga malam  diselang menjaga kadang beliau disisipi dengan membaca kitab-kitab kalsik secara istiqomah hingga akhirnya beliau dikenal dengan orang yang pandai ilmu agama dan pandai membaca kitab-kitab klasik hingga kabar itu terdengar ke telinga kanjeng adipati. 

Yang akhirnya beliau diminta untuk membacakan kitab kalsik yang ada di puerpustakan adipati. kanjeng adipati memiliiki kitab klasik  karena beliau juga keturunan Syarifah Ambami Ratu ibu yang bersambung nasab dengan sunan giri yang kental akan ajaran agama islam. Setelah dibacakan oleh beliau dengan indah dan lihai hingga kanjeng adipati terkesan akhirnya beliau diangkat menjadi penasehat dan orang yang dihormati.

Dengan mendapat bagian dari keluarga besar kanjeng adipati Bangkalan, Maka pengaruh beliau semakin luas, tidak hanya dibangkalan namun seluruh madura dan bahkan sampai sampai keluar jawa .

kemudian beliau mendirikan pesantren, pesantren inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya ulama ulama dan tokoh yang berpengaruh pada negeri ini, Diantara santrinya yang menjadi ulama dan tokoh diantaranya:

KH Hasyim Asy'ari (tebu ireng), kiai Wahab Hasbulloh (Tambak Beras), Kiai Abdul Karim (Lirboyo, kediri), Kiai maksum (Lasem), KH. Abdulloh Faqih bin Umar (Rogojampi, Banyuwangi), Kiai Rpmli Tamim (Rejoso, Jombang) Dan masih banyak lainnya.


Selasa, 09 Februari 2021

Pendapat Biografi dan sejarah perjalanan Iskandar Zulkarnain, (QS Al-Kahfi 83-84)

وَيَسۡ‍َٔلُونَكَ عَن ذِي ٱلۡقَرۡنَيۡنِۖ قُلۡ سَأَتۡلُواْ عَلَيۡكُم مِّنۡهُ ذِكۡرًا إِنَّا مَكَّنَّا لَهُۥ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَءَاتَيۡنَٰهُ مِن كُلِّ شَيۡءٖ سَبَبٗا

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqornain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya, sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu”

(QS Al-Kahfi 83-84)


Apakah sosok Zulkarnain yang disebutkan dalam Alquran sama dengan Alexander the Great (Alexander yang Agung) seperti kerap dipahami oleh kalangan Barat?

Menurut Ibnu Katsir

Sejarawan Muslim yang juga ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah menjelaskan, meski punya nama yang sama dan plot cerita yang sama, yaitu kekuasaannya membentang dari Barat sampai ke Timur, keduanya adalah sosok yang berbeda. Menurut Ibnu Katsir, Zulkarnain adalah nama gelar (julukan) bagi seorang penglima penakluk sekaligus raja saleh, yang selalu mengajak manusia untuk menyembah Allah. Iskandar mendapat julukan “Zulqarnain” yang secara harfiah “Zul” berarti “memiliki” dan “Qarnain” berarti “dua tanduk”. Maksudnya, Iskandar yang memiliki kekuasaan antara Timur dan Barat.

Menurut Ibnu Katsir Żul Qarnain hidup di masa Nabi Ibrahim, 2.000 tahun sebelum masa Aleksander Agung orang Macedonia, Yunani. Ibnu Katsir juga menuliskan dalam Kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah, bahwa Nabi Khadr adalah menterinya dan pergi haji dengan berjalan kaki. Ketika nabi Ibrahim mengetahui bahwa kedatangannya, maka ia keluar dari kota Mekkah untuk menyambutnya.nabi Ibrahim juga mendoakan dan memberikan nasihat-nasihat yang baik kepadanya.

Menurut Ibnu Jarir Ath-Thabari

Menurut mufassir terkemuka Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam kitab tafsir Ath-Thabari, dikatakan bahwa Iskandar Zulkarnain berasal dari Romawi. Ia anak tunggal dari seorang warga yang paling miskin di antara penduduk kota. Namun, dalam pergaulan sehari-hari, ia hidup dalam lingkungan kerajaan, bergaul dengan para perwira dan berkawan dengan pemuda-pemuda dan wanita-wanita yang baik dan berbudi serta berakhlak mulia. Tak mengherankan jika kemudian Iskandar Zulkarnain muda tumbuh menjadi pemuda yang memiliki otak pintar, memiliki mimpi dan juga berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu politik, ilmu teknik dan ilmu perang.

Menurut Imam Al-Qurthubi

Dalam rangkuman Imam Al-Qurthubi di kitab tafsirnya yang populer, tafsir Al-Qurthubi, lebih banyak menceritakan akhlak Iskandar Zulkarnain dengan menyebutkan bahwa sejak masih kecil dan selama masa pertumbuhannya, Iskandar memiliki akhlak yang sangat mulia. Atas segala kesalehannya, Allah mengaruniakan kepadanya segala kelebihan yang dimiliki oleh seorang pemimpin. Saat itu, cita-citanya memimpin negeri yang kuat telah dicapai. Allah lalu memerintahkan untuk menyeru manusia kepada agama tauhid.

Menurut Ubaid bin Umair

Menurut kisah dari Ubaid bin Umair (tokoh dari kalangan tabi'in) bahwa Żul Qarnain adalah sepupu Khidr dari pihak ibu, bertepatan dengan masa nabi Ibrahim dan nabi Luth. dikatakan pula bahwa Khidr menjadi penasehat spiritualnya.

Menurut sejarawan Muslim Al-Azraqi

Sedangkan menurut sejarawan Muslim yang lain, Żul Qarnain memiliki nama asli Abu Bakr Al-Himyari atau Abu Bakar bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM – 552 M) dan kerajaannya disebut At-Tababi’ah.

Al-Azraqi menyebutkan bahwa Żulkarnain beragama Islam atas ajakan Khalilullah Ibrahim dan melakukan tawaf di Ka’bah al-Mukarramah bersama nabi Ismail, diriwayatkan dari Ubaid bin Umair dan anaknya Abdullah dan lainnya bahwa Żulkarnain melakukan ibadah Haji dengan jalan kaki, tatkala nabi Ibrahim mengetahui kehadirannya, ia menemuinya, mendoakannya dan meridhoinya. Kemudian Allah swt. menundukkan untuknya awan yang bisa membawanya ke mana saja ia mau.

Baca juga:

Kisah Perjalanan Iskandar Zulkarnain

Ketika Zulkarnain sedang melakukan perjalanan kearah barat ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang memiliki lumpur berwarna hitam, ia melihat sekelompok umat yang tidak memiliki agama, sehingga ia diperintahkan oleh Allah swt. boleh untuk menghukum atau mengajarkan agama kepada umat ini.

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Żul Qarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya." Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka bumi), maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat.

Kami berkata: "Hai Żul Qarnain, kamu boleh menghukum atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. Berkata Żul Qarnain: "Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya." Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami." (Al-Kahfi 18:83-88)

Menemukan umat teramat miskin

Pada perjalanan berikutnya kearah timur, Żul Qarnain menemukan umat lain yang sangat teramat miskin. Saking miskinnya mereka tidak bisa melindungi diri mereka sendiri dengan tempat untuk berteduh dari sinar matahari.

Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. (Al-Kahfi 18:89-91)

Membangun tembok besi setinggi gunung

Kemudian Żulkarnain melakukan perjalanan kembali hingga ia sampai didaerah pegunungan. Di antara dua gunung ia menemukan suatu kaum yang tidak ia mengerti bahasanya. Umat tersebut meminta tolong kepada Żulkarnain untuk membuat pembatas untuk menghalau dua kelompok umat perusak, yaitu Ya'juj dan Ma'juj. mereka juga menjanjikan akan memberikan bayaran kepada Żulkarnain, jika telah selesai pembuatan dinding pembatas tersebut. Akan tetapi Żulkarnain menolak diberikan bayaran oleh mereka, pada akhirnya Żulkarnain memberikan syarat kepada mereka untuk membantu Żulkarnain dan pasukannya dalam membangun dinding pembatas tersebut.

Dikisahkan Żulkarnain berhasil membangun dinding berupa potongan-potongan besi yang disusun sama rata dengan kedua gunung, kemudian dituangkan tembaga panas ditumpukkan besi tersebut. Kemudian ia pun mengatakan kepada kedua umat itu, bahwa kaum perusak itu tidak akan bisa mendaki atau melubanginya, sampai waktu yang dijanjikan oleh Allah akan berlubang dan runtuh, kemudian Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dari celah tersebut seperti air bah.

Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

Mereka berkata: "Hai Żul Qarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Żul Qarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi."

Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Żul Qarnain: "Tiuplah (api itu)." Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya."

Żul Qarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar."

“ Namun tidak diketahui secara persis di daerah mana keberadaan dinding tersebut. Hanya ada beberapa riwayat yang menyebutkan tentang masalah ini, tetapi riwayat tersebut terdapat kelemahan dalam sanadnya. Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu juga menyebutkan sebuah kisah tentang Khalifah Al-Watsiq yang mengirim sebagian utusannya untuk meneliti dinding tersebut, tetapi ia menyebutkan riwayat ini tanpa sanad “

LPKU (LEMBAGA PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN UMAT ) EL MADANI


 LPKU (Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Umat) El-madani

 

JANGAN BIARKAN BEKAL AKHIRAT MU KOSONG 😊

.

👉Yuk Investasikan harta mu untuk bekal akhirat dengan menyalurkannya ke rekening resmi Ponpes MH. Nurul Iman (El-Madani) untuk mendukung upaya peningkatan pemberdayaan dan kesejahteraan umat.

..

Masih Terbuka kesempatan menyalurkan zakat, Infaq, shodaqoh, wakaf dan hibah. Yang akan didayagunakan untuk :

👉 Menyediakan Makanan Bergizi untuk Santri Yatim Piatu Dhuafa dan Penghafal Al-Qur'an

👉 Peningkatan kesejahteraan Asatidz/Guru Ngaji

👉 Penyediaan Beasiswa Pendidikan untuk Santri Berprestasi dan Kurang Mampu.

👉 Peningkatan Sarana Prasarana yang menunjang kegiatan mengaji dan belajar.

👉 Pembebasan Lahan untuk Perluasan Pondok Pesantren.

👉 Upaya Peningkatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.

.

Ketentuan :

Konfirmasi Nama Donatur ke No 👉

+62 896-1820-8164

Zakat Infaq Shodaqoh Bisa Ditransfer Ke

💳 BRI

3764-0102-2640-532

an. PONPES MH.NURUL IMAN

.

Atau bisa juga datang langsung ke :

🚩Pondok pesantren MH NURUL IMAN EL MADANI

Keduwangkal, Banjarparakan, Kec. Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53173

0852-2700-6220

https://maps.app.goo.gl/AxbA2aBjbgXkdooW7

Organized By :

@LPKU.EL-MADANI.OFFICIAL

Kontak kami : 

Telp : (0281)-5705095

WhatsApp :  089-536-567-117-8

Santri Ponpes El Madani Melakukan Kegiatan Tambahan Di Masa Pandemi Ini

  



SMA Pesantren El-Madani sedang melakukan tahap psbb / sekolah daring. Tetapi di balik itu, untuk mengisi waktu luang yang terbuang karena sekolah daring. Pengasuh pondok pesantren pun mengadakan kegiatan tambahan untuk mengisi waktu luang santri yang akan terbuang sia-sia karena sekolah daring, yang nanti di takutkan santri akan bermalas-malasan. Santri el madani pun melakukan beberapa kegiatan tambahan seperti pertanian, desain, dan website. salah satu contohnya adalah di bidang pertanian.


    Dengan adanya kegiatan di bidang pertanian ini. Para santri pun sangat bersemangat dalam melakukan aktivitas tersebut. Walaupun itu, para santri tidak lupa untuk menerapkan protokol kesehatan yang sudah di terapkan oleh pemerintah. Dan karena adanya kegiatan ini, waktu luang santri yang terbuang tidak sia-sia. Sehingga santri pun bisa memanfaatkan kegiatan ini.

          Alasan kenapa di adakan kegiatan ini?

1.     Agar waktu luang santri tidak terbuang sia” yang nantinya, jika tidak ada kegiatan tambahan seperti ini, para santi hanya bermalas-malasan saja

2. Agar santri berbakat di bidang pertanian ini, yang sangat bermanfaat untuk masyarakat seperti bercocok tanam dsb. Dan nantinya ilmu ini bisa  di salurkan oleh masyarakat luas.

3.     Ketika santri sudah lulus, santri tidak bingung mau melakukan hal apapun di luar, dan dengan adanya kegiatan pertanian ini, mungkin akan membantu para santri untuk ahli di suatu bidang.

 

“Saya tidak mau kalian jadi santri tanda tanya. Ketika kalian lulus dan kalian bingung mau ngapain dan nanti di rumah cuman tara turu tok, terus bingung mau ngelakuin apa nah, ini kan masih jadi santri tanda tanya”. Gus Rif’an Muhajirin



Senin, 08 Februari 2021

Kerajaan Islam Pertama di Kalimantan Selatan, Kesultanan Banjar

Awal mula Islam masuk ke wilayah Banjar

Kesultanan Banjar merupakan kerajaan bercorak Islam yang berdiri antara 1526 hingga 1905 Masehi di Banjarmasin. Mulanya, kesultanan ini terletak di wilayah Banjarmasin meski pada perkembangannya sempat berpindah-pindah ibukota hingga ke Martapura.

https://taldebrooklyn.com/kerajaan-banjar/
Pada masa lalu Kesultanan Banjar sangat berpengaruh meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga sebagian Kalimantan Timur. Keberadaan kesultanan ini juga memiliki pengaruh kultural yang mendalam terhadap sendi-sendi kehidupan Masyarakat Banjar hingga hari ini. Mulai dari religi, bahasa, seni, hingga sistem kemasyarakatan.


1. Didirikan oleh Pangeran Samudera, pewaris Nagara Daha yang lari ke Banjarmasin

Pada akhir abad ke-15, Kalimantan Selatan masih di bawah pimpinan Kerajaan Daha. Pada masa pemerintahan Raja Sukarama (raja keempat), terjadi konflik perebutan tahta Nagara Daha antara dua orang anaknya yaitu Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Tumenggung. namun, Raja Sukarama justru berwasiat agar kelak pengganti tahtanya ialah Pangeran Samudera, anak dari Putri Galuh.

Terlanjur berambisi menjadi penguasa, Pangeran Tumenggung tidak terima dengan wasiat tersebut. Ia sangat memusuhi Pangeran Samudera. Merasa keselamatannya terancam, Pangeran Samudera kemudian memilih meninggalkan istana dan menyamar menjadi nelayan di pesisir Pantai Serapat, Kuin, Belandian dan Banjar.

Ketika Pangeran Samudera telah dewasa, ia bertemu dengan Patih Masih. Seorang penguasa Bandar yang telah memeluk Islam. Setelah berunding dengan Patih Balit, Patih Balitung, dan Patih Kuin mereka bersepakat mengangkat Pangeran Samudera menjadi Raja Banjar pada tahun 1526 di Banjarmasin.

Pengangkatan menjadi Raja Banjar menjadi titik balik perjuangan Pangeran Samudera. Ia berhasil membangun kekuatan politik baru sebagai tandingan untuk memperoleh kembali haknya sebagai Raja di Nagara Daha.

2. Mendapat bantuan armada perang dari Demak dengan syarat menerima Islam sebagai agama resmi kerajaan

Sementara itu, Pangeran Tumenggung yang mendengar kabar ada kerajaan baru yang berdiri itu,
menjadi marah dan tak mau tinggal diam. Ia segera berencana mengirim armada perang ke Sungai Barito dan ujung Pulau Alalak untuk menyerang Pangeran Samudera.

Menghadapi kenyataan seperti itu, Pangeran Samudera sadar kekuatan armadanya masih  belum mampu melawan pamannya. Atas saran Patih Masih, Ia kemudian memutuskan untuk meminta bantuan kepada Kerajaan Demak yang saat itu dipimpin oleh Sultan Trenggana. Kerajaan Demak mau membantu, dengan syarat Raja Banjar beserta rakyatnya bersedia memeluk agama Islam.


Pangeran Samudera pun menerima syarat tersebut dan Kerajaan Demak mengirimkan seribu pasukan bersenjata beserta penghulu bernama Khatib Dayyan untuk mengislamkan Kerajaan Banjar.

Dengan bantuan tersebut, Kerajaan Daha dapat dikalahkan dan Pangeran Tumenggung mengakui Pangeran Samudera sebagai Raja Banjar. Sejak saat itu, Kesultanan Banjar berdiri dan daerah-daerah lain mulai tunduk. Pangeran Samudera pun kemudian bergelar menjadi Sultan Suriansyah.

3. Banjarmasin, ibukota Kesultanan Banjar berkembang menjadi bandar perdagangan yang besar

Banjarmasin yang saat itu merupakan Ibukota kerajaan berkembang menjadi bandar perdagangan yang besar. Didukung letaknya yang strategis serta sumber daya alam yang sangat kaya, membuat para pedagang dari berbagai suku datang untuk mencari barang dagangan. Mulai dari lada hitam, rotan, dammar, emas, intan, madu dan kulit binatang. Khususnya lada hitam, yang saat itu memiliki nilai tinggi di pasaran internasional.

4. Bermula dari hubungan dagang, Belanda turut campur Kesultanan Banjar

Nama Banjarmasin mulai mahsyur. Belanda pun mulai mengirimkan ekspedisi untuk menjali hubungan dagang dengan Kesultanan Banjar pada tahun 1603 Masehi. Sayang, kesan buruk yang diterima pedagang Banjar membuat usaha Belanda itu gagal.

Belanda menjadi sangat berambisi untuk menjalin hubungan dagang dan menguasai Kesultanan Banjar. Berkali-kali ekspedisi yang dikirimkan Belanda pada tahun 1606 dan 1612  selalu gagal menjalin hubungan dagang. Meski Belanda sempat berhasil meluluhlantakkan pusat pemerintahan Kesultanan Banjar hingga harus memindahkan ibukotanya ke Martapura.

Ambisi Belanda mulai menemukan titik temu ketika terjadi konflik perebutan tahta antara Pangeran Aminullah dengan Hamidullah. Melihat peluang untuk menanamkan pengaruh, Belanda mendekati Sultan Tamjidillah I untuk memberikan bantuan.

Berkatnya, Sultan Tamjidillah I berhasil membuat Pangeran Aminullah keluar dari Istana Banjar.  Atas bantuan dan jasanya, Belanda membuat Sultan Tamjidillah I menandatangani perjanjian perdagangan lada hitam pada tahun 1747 Masehi dan mendirikan kota di Tabanio.

5. Dihapuskan secara sepihak oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada 11 Juni 1860

Seiring dengan semakin kuatnya cengkeraman kekuasaan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda di Istana Banjar. Serta konflik perebutan kekuasaan antara Pangeran Hidayatullah, dan Pangeran Tamjidillah, membuat Belanda memiliki celah untuk menghapuskan kesultanan ini secara sepihak pada 11 Juni 1980.

Namun, karena ditopang semangat perlawanan dari Pangeran Antasari dan Sultan Muhammad Seman kesultanan ini mampu bertahan hingga 1905 Masehi.


Copy By:

Siti Nurdianti     
Writer
Siti Nurdianti 
https://www.idntimes.com/

Sejarah Singkat Kesultanan Banjar, Kerajaan Islam pertama di Kalselgurusejarah.com

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat