Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Senin, 28 Juni 2021

4 Bulan - bulan paling Istimewa dalam satu tahun, bulan Haram ( Suci )

 Tahun Hijriyah ada 12 bulan sama dengan tahun Masehi, namun ada beberapa bulan yang di Istimewakan, walaupun sebenarnya semua bulai itu bagus.

Ke Istimewaan tersebut dikarenakan banyak peristiwa – peristiwa penting yang ada di bulan tersebut, Mulai dari turunnya Al Qur’an, perintah Sholat, puasa, hari raya, dan banyak pula sejarah dan peristiwa kenabian, mulai dari Nabi Adam AS. Sampai Nabi Muhammad SAW., 






Seperti yang telah difirmankan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al Qur’anul Karim, dalam surat At Taubah ayat 36 yang berbunyi:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

(التوبة : ٣٦)

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan pada ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Dalam ayat yang tersebut di atas, Allah mengajarkan kepada manusia bahwa Dia Maha Kuasa dan Maha memiliki satu waktu bernama tahun. Dalam satu tahun ada dua belas bulan. Tentu maksud dua belas bulan di sini adalah bulan-bulan Hijriyah yaitu; Muharrom, Shofar, Robiul Awwal, Robiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rojab, Sya’ban, Romadhon, Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Bulan-bulan ini hendaknya lebih dikenal kaum muslimin daripada bulan Masehi, karena ini adalah bagian dari agama dan sebagai warisan dari para salafus shahih.

Di antara dua belas bulan tersebut terdapat bulan-bulan istimewa menurut Allah yang disebut sebagai bulan-bulan haram. Bulan istimewa tersebut berjumlah empat, dan nama-namanya telah dijelaskan di dalam sabda Nabi berikut:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Bulan Dzulkaidah (Dzulqo’dah )

Sedangkan pada bulan Dzulkaidah, masyarakat Arab sangat menghormati bulan ini. Di zaman Jahiliyah, Dzulkaidah merupakan waktu yang tepat untuk berdagang dan memamerkan syair-syair mereka.

Mereka membuka pasar-pasar tertentu untuk menggelar pertunjukan syair, sambil berdagang di sekitar Makkah. Bulan Dzulkaidah ditutup dengan melaksanakan ibadah haji secara bersama-sama.

Bulan Dzulhijah

Pada 10 hari awal bulan Dzulhijah, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan sebanyak-banyaknya dan tidak hanya terpaku pada satu amalan saja. Amalan yang bisa dilakukan di antaranya seperti sholat, sedekah, membaca Alquran, dan amalan saleh lainnya.

Bulan Muharam

Ketika bulan Muharam tiba, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Ketika ditanya oleh seorang sahabatnya tentang sholat, apakah yang lebih utama setelah shalat fardu? Rasulullah menjawab, shalat qiyamulail. Kemudian, sang sahabat bertanya lagi, puasa apa yang paling utama setelah puasa Ramadan? Rasulullah menjawab puasa pada bulan Allah yang diberi nama Muharam."

Bulan Rajab

Sedangkan Rajab, walaupun termasuk ke dalam bulan haram, tidak ada keutamaan khusus yang dapat diamalkan. Namun, berpuasa pada bulan tersebut, masih samar keutamaan amalannya.

Ibu Hajar mengatakan, tidak ada hadis shahih yang menjadi acuan mengenai keutamaan berpuasa pada bulan Rajab. Namun, tidak ada salahnya jika umat Islam tetap ingin berpuasa pada bulan Rajab ini.

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Tidak ada amalan khusus di bulan-bulan haram ini namun amal shalih yang biasanya dilakukan hendaknya benar-benar diagendakan lebih baik atau banyak lagi di bulan haram ini.

Contoh amal yang bisa digiatkan di bulan haram ini:

Shalat Fardhu. Usahakan shalat fardhu berjamaah terus di masjid. Jika sebelumnya sudah terjaga dengan baik, maka usahakan bisa berada di shaf pertama. Jika sudah terbiasa di shaf pertama, maka usahakan bisa mendapatkan takbiratul ihram dari imam. Demikian semakin meningkat dan meningkat.

 

Shalat Sunnah. Usahakan menjaga shalat tahajud dengan witirnya di malam hari. Jika sudah terjaga, rutinkan shalat sunnah rawatib baik qobliyah maupun ba’diyahnya. Jika sudah terjaga, maka tambahi dengan shalat dhuha. Demikian seeterusnya.

 

Bacaan Al Quran. Al Quran adalah sarana mendulang pahala yang mudah. Perbanyaklah membaca Al Quran di bulan haram ini melebihi bacaan Al Quran di bulan sebelumnya. Ingat hadits, bahwa kedudukan kita di surga adalah di ayat terakhir yang kita baca. Semakin banyak ayat yang kita baca, semikin tinggi kedudukan kita di surga dan semakin jauh kita dari jurang api neraka.

Sadaqah. Selain amalan yang berkaitan hubungan kita dengan Allah, ada amalan yang berkaitan dengan hubungan kita kepada sesama. Dan justru jika mau menghitung dengan seksama, malah amalan yang berhubungan dengan sesama itu mendominasi ajaran Islam kita. Keseharian kita jika diperhatikan sangat banyak berinteraksi dengan sesama. Maka peluang beramal shalih yang berkaitan dengan hablun minannas (hubungan dengan sesama) lebih banyak. Sadaqah adalah amal shalih yang hendaknya bisa ditingkatkan di bulan haram ini. Tambahi kuantitasnya dan kualitasnya. Sadaqah hendaknya menjadi budaya kita sebagai bekal akhirat . Ingatlah penyesalan orang fasik di akhiratnya, yaitu mereka minta dikembalikan ke dunia supaya bisa bersadaqah. Mereka melihat betapa agung pahala sadaqah.

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

 

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

 

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.” [al-Munâfiqûn/63:10]

Itulah bulan yang di Istimewakan, apabila ada beda pandangan mohon ditulis dikolom komentar, dengan senang hati kami memperbaikinya.

Semoga Allah SWT Mengampuni segala salah dan dosa kita, dan semoga anak cucu kita semua menjadi orang yang Sholih/Sholihah, selamat dunia dan akhirat...Aamiin

0 comments:

Posting Komentar

kritik saran silahkan tinggalkan, kami dengan senang hati untuk memperbaiki

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat