Logo Yayasan Nurul Iman Rawalo

Lembaga pendidikan Pesantren Dan pendidikan Formal

Logo Pondok Pesantren MH Nurul Iman (El Madani)

Kedungwangkal, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah.

Logo SMA Pesantren El Madani Rawalo

Pendidikan Berbasis Pesantren.

Logo LPKU

Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Umat

Logo ELSA

El Madani Safari Tour, Melayani Umroh dan Haji Plus

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Selasa, 06 Juli 2021

Sejarah Ali bin Abi Thalib dan masa perang

 

https://islam.nu.or.id/

Ali bin Abi Thalib adalah Khalifah Ar-Rasyid yang keempat setelah Utsman bin Affan. Beliau adalah sepupu dari nabi Muhammad Saw, dan setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra, ia menjadi menantu Rasulullah Saw. Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama kali masuk islam dari kalangan anak-anak. Ali bin Abi Thalib merupakan orang yang sangat cerdas. Rasulullah Saw pernah berujar : Ana Madinah al-‘ilm wa ‘ali babuha (Aku adalah kota ilmu, dan ‘Ali adalah pintu gerbangnya).

Sayyidina Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai seorang sahabat Nabi Muhammad yang pemberani, alim, berwawasan luas, dan cerdas. Di samping itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah seorang yang adil dan tidak membeda-bedakan seseorang berdasarkan status sosialnya. Ia menganggap, semua manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama. Tidak peduli apakah dia seorang budak, bekas budak, atau merdeka.

Lahir

Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut ahli sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian nabi Muhammad Saw, diperkirakan sekitar tahun 599 M/600 M. Usia Ali terhadap nabi Muhammad Saw masih diperselisihkan hingga kini, sebagian riwayat menyebut berbeda 25 tahun, ada yang berbeda 27 tahun, ada yang 30 tahun bahkan 32 tahun. Beliau bernama asli Haydar bin Abu Thalib. Haydar yang berarti Singa adalah harapan keluarga Abu Thalib untuk mempunyai penerus yang dapat menjadi tokoh pemberani dan disegani di antara kalangan Quraisy Mekkah. Setelah mengetahui sepupu yang baru lahir diberi nama Haydar, Nabi Saw memanggil dengan Ali yang berarti Tinggi (derajat di sisi Allah Swt). Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fatimah binti Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu. Bersama istri beliau Khadijah, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengasuh Ali sejak kecil dan menjadikannya putra angkat.

Masa Remaja

Ketika Nabi Muhammad Saw menerima wahyu, riwayat-riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut atau orang ke 2 yang percaya setelah Khadijah istri Nabi sendiri. Pada titik ini Ali berusia sekitar 10 tahun.

Pada usia remaja setelah wahyu turun, Ali banyak belajar langsung dari Nabi Saw karena sebagai anak asuh, berkesempatan selalu dekat dengan Nabi hal ini berkelanjutan hingga beliau menjadi menantu Nabi Saw.

Didikan langsung dari Nabi Saw kepada Ali dalam semua aspek ilmu islam baik aspek dzhahir (exterior) atau syariah dan bathin (interior) atau tasawwuf menggembleng Ali menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak.

Kehidupan di Mekkah sampai Hijrah ke Madinah

Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui orang-orang Quraisy yang akan menggagalkan hijrah Nabi. Beliau tidur menampakkan kesan Nabi yang tidur sehingga masuk waktu menjelang pagi mereka mengetahui Ali yang tidur, sudah tertinggal satu malam perjalanan oleh Nabi yang telah meloloskan diri ke Madinah bersama Abu Bakar.

Nasab

Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah. Rasulullah memberinya kun-yah Abu Turab. Ia adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah Saw.

Ibunya bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim bin Qushay bin Kilab. Ali memiliki beberapa orang saudara laki-laki yang lebih tua darinya, mereka adalah: Thalib, Aqil, dan Ja’far. Dan dua orang saudara perempuan; Ummu Hani’ dan Jumanah.

Ayahnya, Abu Thalib yang nama aslinya adalah Abdu Manaf. Abu Thalib adalah paman kandung Rasulullah Saw yang sangat menyayangi Nabi, namun ia wafat dalam agama Jahiliyyah.

Setelah menikah

Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali dinikahkan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan putri kesayangannya Sayyaidah Fatimah az-Zahra R.A.

Pertempuran yang diikuti pada masa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam Hampir semua peperangan beliau ikuti kecuali perang Tabuk karena mewakili nabi Muhammad untuk menjaga kota Madinah.

Perang Badar

Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman Nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tapi semua sepakat beliau menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun. Perang Khandaq – Perang Khandaq juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud.

Perang Khaibar

Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kokoh, biasa disebut dengan perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, Nabi saw bersabda:

“Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya”.

Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar.

Wafat

Ali bin Abi Thalib R.A, seseorang yang memiliki kecakapan dalam bidang militer dan strategi perang, mengalami kesulitan dalam administrasi negara karena kekacauan luar biasa yang ditinggalkan pemerintahan sebelumya. Ia meninggal di usia 63 tahun karena pembunuhan oleh Abdrrahman bin Muljam, seseorang yang berasal dari golongan Khawarij(pembangkang) saat mengimami salat subuh di masjid Kufah, pada tanggal 19 Ramadhan, dan Ali menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 21 Ramadhan tahun 40 Hijriyah. Ali dikuburkan secara rahasia di Najaf, bahkan ada beberapa riwayat yang menyatakan bahwa ia dikubur di tempat lain.

Keturunan

Ali memiliki delapan istri setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra R.A dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal, lahir dari anak Nabi Muhammad, Fatimah, adalah Hasan dan Husain.

Keturunan Sayyidina Ali melalui Fatimah dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab, Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan. Sebagai keturunan langsung dari Muhammad


Sumber Copy:http://nahdlatululama.id/blog/2018/01/02/ali-bin-abi-thalib-2

Jumat, 02 Juli 2021

peristiwa penting Bulan Muharrom atau Asyura, atau bulan Sura, dan Puasa Asyura




Perayaan Bulan Muharrom di Indonesia sangat beraneka ragam, mulai dari perlombaan keagamaan, sampai Pawai Ta'aruf, baik masyarakat lokal ataupun Santri, sampai pengajian.

Kenapa dinamakan Muharrom

Nama Muharram berasal dari kata haram atau sighat maf’ul dari kata dalam bahasa Arab yakni Harrama-Yuharrimu,yang dapat diartikan bulan yang diharamkan. Bulan muharram disebut demikian karena pada bulan ini Allah melarang umatnya dan memberikan perintah atau tekanan yang kuat bahwa di bulan ini tidak boleh melakukan segala bentuk penganiayaan termasuk berperang.Secara istilah bulan Muharram juga disebut sebagai Bulan Allah atau dengan kata lain bulan muharram adalah bulan memuliakan Allah SWT. Meskipun pada bulan ini awalnya peperangan dan segala bentuk pertikaian dilarang, namun akhirnya hal tersebut dihapuskan dari masyarakat Jahiliyah  dan kala itu umat islam boleh berperang pada bulan tersebut.( https://dalamislam.com/sejarah-islam/asal-usul-bulan-muharram)

Dalam Muharrom ada yang dinamakan Asyura, dan bagi kaum Jawa khususnya dan Indonesia umumnya, bulan Muharrom dinamakan juga bulan Sura.

  Definisi Asyura Ada dua pendapat dalam penamaan Asyura. Pendapat yang pertama adalah Asyura diambil dari kata Asyirah (kesepuluh) untuk pleonastis (yang dilebih-lebihkan) dan diagungkan. Sedangkan pendapat yang kedua adalah pendapat yang paling banyak yaitu, kata Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram.

peristiwa besar dalam bulam Muharrom

  1. Diciptakannya Nabi Adam ‘alaihissalam di surga.
  2. Diterimanya taubat Nabi Adam ‘alaihissalam
  3. Naik dan sejajarnya perahu Nabi Nuh ‘alaihissalam dengan bukit Judi setelah banjir besar, , turunnya ke muka bumi setelah banjir bandang.
  4. Dikeluarkannya Nabi Yunus ‘alaihissalam dari perut ikan paus.
  5. Diterimanya taubat umat Nabi Yunus ‘alaihissalam
  6. Dilahirkannya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam
  7. Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari api yang membakarnya oleh Raja Namrud.
  8. Dikeluarkannya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dari sumur setelah diceburkan saudara-saudaranya.
  9. Dipertemukannya Nabi Yusuf ‘alaihissalam dengan keluarganya kembali.
  10. Disembuhkannya penglihatan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam
  11. Dibukanya (dihilangkan) ‘madlorot’ yang mendera Nabi Ayyub ‘alaihissalam
  12. Diampuninya Nabi Daud ‘alaihissalam
  13. Terbelahnya laut merah untuk Nabi Musa ‘alaihissalam setelah dikejar Fir’aun.
  14. Tenggelamnya Fir’aun di dasar laut merah saat mengejar Nabi Musa ‘alaihissalam
  15. Dilahirkannya Nabi Isa ‘alaihissalam
  16. Diangkatnya Nabi Isa ‘alaihissalam ke langit.
  17. Dibolak-balikannya tubuh ashabul Kahfi (para pemuda Bani Israil yang bersembunyi di dalam gua).
  18. Diciptakannya ruh Nabi Muhammad
  19. Dikandungnya Nabi Muhammad di rahim Ibunda Aminah radliyallahu 'anha
  20. Wafatnya (syahid) cucu Nabi Muhammad Sayyiduna Husein radliyallahu 'anh
Baca juga:

  • Kisah Nabi Ibrahim A.S.
  • hadist Puasa dibulan Muharrom / di Asyura

    Puasa dibulan Muharrom sangat dianjurkan dan berikut dalilnya 

    وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

     

    “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

     

    ‏أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

    “Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (syahrullah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu” (HR. Muslim, no. 1982).

    SYARIAT PUASA TASU’A DAN ‘ASYURA

     

    Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram, khususnya puasa ‘Asyura, dengan keutamaan bisa menghapuskan dosa setahun pada masa lalu. Hari ‘Asyura adalah hari kesepuluh pada bulan Muharram.

     

    صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

     

    “Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu” (HR. Muslim no. 1975).

     

    وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

     

    "Dari Abu Qatadah Al-Anshari RA, Rasulullah SAW ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, maka beliau bersabda: “Puasa 'Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162).

     

    Ibnu Abbas RA mengabarkan semangat puasa Nabi SAW sebagai berikut:

     

    مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

     

    “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


    Pada masa pra-Islam, 'Asyura diperingati sebagai hari raya resmi bangsa Arab. Pada masa itu orang-orang berpuasa dan bersyukur menyambut 'Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh suka cita sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negeri Iran.

    Dalam sejarah Arab, hari 'Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.

  • 4 Bulan - bulan paling Istimewa dalam satu tahun, ...
    • Yuk Qurban Di Pogram Qurban LPKU El-Madani 1442 H
    • 10 Keistimewaan dan Amalan di bulan Dzulhijah
    • Syarat, Rukun dan puncak Haji
    • Qurban, Hukum dan tata caranya menurut Al-Qur'an d...
    • Nama lain dari Idul Adha, Hari raya Haji atau hari...
    • Penelusuran terkait
      ada apa dengan bulan muharram
      keistimewaan bulan muharram
      keutamaan bulan muharram
      bulan muharram disebut juga bulan
      bulan muharram adalah
      peristiwa penting dalam sejarah islam
      bulan muharram 2020
      muharram 2021 bulan apa
      puasa asyura dilaksanakan pada tanggal 2021
      puasa asyura 2021
      puasa asyura niat
      puasa asyura 2020
      keutamaan puasa asyura
      manfaat puasa asyura
      keistimewaan puasa asyura
      pengertian puasa asyura
      sejarah bulan muharram
      ada apa dengan bulan muharram
      peristiwa 10 muharram
      peristiwa satu muharram
      peristiwa bulan safar
      pada bulan muharram ada peristiwa penting yang terjadi yaitu
      peristiwa 18 muharram
      peristiwa-peristiwa penting dalam islam berdasarkan
      Penelusuran terkait
      ppdb jateng
      smanra
      ppdb smp 1 rawalo
      biaya pondok pesantren miftahul huda rawalo
      peta kecamatan rawalo banyumas
      ponpes miftahul huda rawalo
      pondok pesantren miftahul huda pesawahan rawalo banyumas
      ma takhasus miftahul huda rawalo
      ma miftahul huda rawalo
      e-learning ma miftahul huda
      Data Pokok SMAS EL-MADANI RAWALO - Pauddikdasmenhttps://dapo.kemdikbud.go.id › ... › Kec. Rawalo
      5 Mei 2021 — NPSN : 69761901. Status : Swasta. Bentuk Pendidikan : SMA. Status Kepemilikan : Yayasan. SK Pendirian Sekolah : 003/YANURI/1/2013.
       
      Data Referensi Pendidikanhttps://referensi.data.kemdikbud.go.id › tabs
      Nama, : SMAS EL-MADANI RAWALO. NPSN, : 69761901. Alamat, : KEDUNGWANGKAL, BANJARPARAKAN RT 01 RW 01 RAWALO. Kode Pos, : 53173. Desa/ ...
       
      SMA Pesantren berkualitas di Banyumas, SMA Pesantren El ...https://www.el-madani.com › 2020/11 › sma-berkualita...
      10 Nov 2020 — SMA Pesantren El madani berdiri pada tahun 2013, dibawah naungan Yayasan Nurul Iman Rawalo yang juga menaungi Pondok Pesantren ...
       
      PONPES EL-MADANIhttp://www.el-madani.com
      Logo Pondok Pesantren MH Nurul Iman (El Madani) ... Logo SMA Pesantren El Madani Rawalo ... El Madani Safari Tour, Melayani Umroh dan Haji Plus.
      Gambar untuk Sma el madani
       
      pondok pesantren
       
      santri nasionalhari santri
       
      madani rawalo
       
      rawalo banyumas
      sma pesantren
      nurul iman
      mondok
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Hasil gambar untuk Sma el madani
      Lihat semua
      Masukan
      Lihat semua
      sma pesantren el madani - YouTubehttps://www.youtube.com › channel
      PIDHATO| FKUB BMS| IRENE Z.A| SMA PESANTREN EL-MADANI|"GUYUB NANG DUNYA MAYA RUKUN NANG DUNYA NYATA". 150 views. 9 months ago.
      SMA EL-MADANI RAWALO - Aku Pintarhttps://akupintar.id › cari-sekolah › detail_sekolah › sm...
      Profil lengkap sekolah SMA EL-MADANI RAWALO beserta info alamat, sarana prasarana, nilai UN, prestasi dan data siswa SMA Swasta di Kabupaten ...
      Brosur SMA Pesantren El -... - Pondok Pesantren El-Madani ...https://www.facebook.com › posts › brosur-sma-pesantr...
      Brosur SMA Pesantren El - Madani Cerdas Menata Masa Depan Bersama El - Madani Menerima Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Thn Ajaran ...
      Alhamdulillah Pendaftaran... - Pondok Pesantren El-Madani ...https://www.facebook.com › posts › alhamdulillah-pen...
      Alhamdulillah Pendaftaran Online SMA Pesantren El-Madani dan Madrasah Wustha El-Madani sejauh ini berjalan dengan lancar. Bagi bapak/ibu yang ...
      SMA Pesantren El Madani | 0852-2700-6220 | Kabupaten ...https://www.semuabis.com › sma-pesantren-el-madani-...
      SMA Pesantren El Madani berlokasi di Jl. Kedung Wangkal, Jongkeng, Banjarparakan, Kec. Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53173, Indonesia.




    Senin, 28 Juni 2021

    4 Bulan - bulan paling Istimewa dalam satu tahun, bulan Haram ( Suci )

     Tahun Hijriyah ada 12 bulan sama dengan tahun Masehi, namun ada beberapa bulan yang di Istimewakan, walaupun sebenarnya semua bulai itu bagus.

    Ke Istimewaan tersebut dikarenakan banyak peristiwa – peristiwa penting yang ada di bulan tersebut, Mulai dari turunnya Al Qur’an, perintah Sholat, puasa, hari raya, dan banyak pula sejarah dan peristiwa kenabian, mulai dari Nabi Adam AS. Sampai Nabi Muhammad SAW., 






    Seperti yang telah difirmankan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam Al Qur’anul Karim, dalam surat At Taubah ayat 36 yang berbunyi:

    إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

    (التوبة : ٣٦)

    Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan pada ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

    Dalam ayat yang tersebut di atas, Allah mengajarkan kepada manusia bahwa Dia Maha Kuasa dan Maha memiliki satu waktu bernama tahun. Dalam satu tahun ada dua belas bulan. Tentu maksud dua belas bulan di sini adalah bulan-bulan Hijriyah yaitu; Muharrom, Shofar, Robiul Awwal, Robiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rojab, Sya’ban, Romadhon, Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Bulan-bulan ini hendaknya lebih dikenal kaum muslimin daripada bulan Masehi, karena ini adalah bagian dari agama dan sebagai warisan dari para salafus shahih.

    Di antara dua belas bulan tersebut terdapat bulan-bulan istimewa menurut Allah yang disebut sebagai bulan-bulan haram. Bulan istimewa tersebut berjumlah empat, dan nama-namanya telah dijelaskan di dalam sabda Nabi berikut:

    الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

    “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

    Bulan Dzulkaidah (Dzulqo’dah )

    Sedangkan pada bulan Dzulkaidah, masyarakat Arab sangat menghormati bulan ini. Di zaman Jahiliyah, Dzulkaidah merupakan waktu yang tepat untuk berdagang dan memamerkan syair-syair mereka.

    Mereka membuka pasar-pasar tertentu untuk menggelar pertunjukan syair, sambil berdagang di sekitar Makkah. Bulan Dzulkaidah ditutup dengan melaksanakan ibadah haji secara bersama-sama.

    Bulan Dzulhijah

    Pada 10 hari awal bulan Dzulhijah, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan sebanyak-banyaknya dan tidak hanya terpaku pada satu amalan saja. Amalan yang bisa dilakukan di antaranya seperti sholat, sedekah, membaca Alquran, dan amalan saleh lainnya.

    Bulan Muharam

    Ketika bulan Muharam tiba, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah. Rasulullah SAW pernah bersabda: "Ketika ditanya oleh seorang sahabatnya tentang sholat, apakah yang lebih utama setelah shalat fardu? Rasulullah menjawab, shalat qiyamulail. Kemudian, sang sahabat bertanya lagi, puasa apa yang paling utama setelah puasa Ramadan? Rasulullah menjawab puasa pada bulan Allah yang diberi nama Muharam."

    Bulan Rajab

    Sedangkan Rajab, walaupun termasuk ke dalam bulan haram, tidak ada keutamaan khusus yang dapat diamalkan. Namun, berpuasa pada bulan tersebut, masih samar keutamaan amalannya.

    Ibu Hajar mengatakan, tidak ada hadis shahih yang menjadi acuan mengenai keutamaan berpuasa pada bulan Rajab. Namun, tidak ada salahnya jika umat Islam tetap ingin berpuasa pada bulan Rajab ini.

    Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

    Tidak ada amalan khusus di bulan-bulan haram ini namun amal shalih yang biasanya dilakukan hendaknya benar-benar diagendakan lebih baik atau banyak lagi di bulan haram ini.

    Contoh amal yang bisa digiatkan di bulan haram ini:

    Shalat Fardhu. Usahakan shalat fardhu berjamaah terus di masjid. Jika sebelumnya sudah terjaga dengan baik, maka usahakan bisa berada di shaf pertama. Jika sudah terbiasa di shaf pertama, maka usahakan bisa mendapatkan takbiratul ihram dari imam. Demikian semakin meningkat dan meningkat.

     

    Shalat Sunnah. Usahakan menjaga shalat tahajud dengan witirnya di malam hari. Jika sudah terjaga, rutinkan shalat sunnah rawatib baik qobliyah maupun ba’diyahnya. Jika sudah terjaga, maka tambahi dengan shalat dhuha. Demikian seeterusnya.

     

    Bacaan Al Quran. Al Quran adalah sarana mendulang pahala yang mudah. Perbanyaklah membaca Al Quran di bulan haram ini melebihi bacaan Al Quran di bulan sebelumnya. Ingat hadits, bahwa kedudukan kita di surga adalah di ayat terakhir yang kita baca. Semakin banyak ayat yang kita baca, semikin tinggi kedudukan kita di surga dan semakin jauh kita dari jurang api neraka.

    Sadaqah. Selain amalan yang berkaitan hubungan kita dengan Allah, ada amalan yang berkaitan dengan hubungan kita kepada sesama. Dan justru jika mau menghitung dengan seksama, malah amalan yang berhubungan dengan sesama itu mendominasi ajaran Islam kita. Keseharian kita jika diperhatikan sangat banyak berinteraksi dengan sesama. Maka peluang beramal shalih yang berkaitan dengan hablun minannas (hubungan dengan sesama) lebih banyak. Sadaqah adalah amal shalih yang hendaknya bisa ditingkatkan di bulan haram ini. Tambahi kuantitasnya dan kualitasnya. Sadaqah hendaknya menjadi budaya kita sebagai bekal akhirat . Ingatlah penyesalan orang fasik di akhiratnya, yaitu mereka minta dikembalikan ke dunia supaya bisa bersadaqah. Mereka melihat betapa agung pahala sadaqah.

    Allâh Azza wa Jalla berfirman :

     

    وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

     

    “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, “Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.” [al-Munâfiqûn/63:10]

    Itulah bulan yang di Istimewakan, apabila ada beda pandangan mohon ditulis dikolom komentar, dengan senang hati kami memperbaikinya.

    Semoga Allah SWT Mengampuni segala salah dan dosa kita, dan semoga anak cucu kita semua menjadi orang yang Sholih/Sholihah, selamat dunia dan akhirat...Aamiin

    Yuk Qurban Di Pogram Qurban LPKU El-Madani 1442 H

     


    Bapak/Ibu yang semoga dirahmati Allah, kami dari Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Umat El-Madani (LPKU El-Madani) Rawalo hendak menawarkan program Qurban Cerdas, Satu Qurban Beragam Keutamaan

    1. Keutamaan menyembelih udhiyah (kurban)

    2. Keutamaan membantu sesama muslim

    3. Keutamaan membantu penuntut ilmu

    4. Keutamaan membantu penghafal Quran

    Tertarik? Oke, Bapak/Ibu bisa datang ke Kantor Pusat Pondok Pesantren El-Madani  untuk meniatkan kurban di PP El-Madani, atau jika dari jauh, dana kurban bisa dikirim melalui transfer ke rekening:

    BRI a.n. PONPES MH NURUL IMAN: 3674 01 022640 53 2

    Penting:

    - - Mohon konfirmasi ke nomor Admin LPKU El-Madani apabila telah transfer: +6285726911112

    Ada pun besaran anggaran yg kami rancang adalah:

    🐄 Kolektif Sapi 7 Orang: @Rp3 Juta*

    🐐Kambing (Perorangan): Rp3 Juta*

    *Sudah termasuk biaya operasional

    📲Info lebih lanjut:

    - Phone : (0281) 5705095

    - - Wa (+6285726911112)

    Kami tunggu partisipasi jenengan


    Kamis, 24 Juni 2021

    10 Keistimewaan dan Amalan di bulan Dzulhijah

     Dzulhijah bulan yang penuh dengan Keistimewaan, dari hari pertama Dzulhijah banyak rentetan Keistimewaan yang terjadi pada sebagian para Nabi.

    nu.co.id

    Begitupula dengan keutamaannya, Dzulhijah adalah salah satu dari empat bulan haram, yaitu Rajab, Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata'ala

     

    وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

    “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)

    Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu ‘Anhuma, dari Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

    مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

    “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

    Berikuta Tanggal dalam hitung Dzulhijah yang penuh dengan peristiwa disejarah Islam.

    Dimulai dari

    1. Tanggal 1 Zulhijjah
    2. Tanggal 2 Zulhijjah
    3. Tanggal 3 Zulhijjah
    4. Tanggal 4 Zulhijjah
    5. Tanggal 5 Zulhijjah
    6. Tanggal 6 Zulhijjah
    7. Tanggal 7 Zulhijjah
    8. Tanggal 8 Zulhijjah
    9. Tanggal 9 Zulhijjah
    10. Tanggal 10 Zulhijjah
    10 Keistimewaan yang terjadi pada hari itu, mari kita jabarkan

    • Tanggal 1 Zulhijjah

    Hari dimana Allah SWT mengampuni kesalahan Nabi Adam AS. Kesalahan inilah yang menyebabkan Nabi Adam dan istrinya keluar dari surga karena memakan buah terlarang. Semoga Allah SWT juga mengampuni dosa-dosa kita pada bulan ini, sebagaimana Allah SWT mengampuni Nabi Adam AS.

    • Tanggal 2 Zulhijjah

    Ini adalah momen saat do’a Nabi Yunus AS dikabulkan Allah. Lalu Allah menolong Nabi Yunus dengan mengeluarkan Nabi Yunus AS dari dalam perut ikan. Semoga doa-doa kita dikabulkan dan senantiasa mendapatkan pertolongan dari Allah.

    • Tanggal 3 Zulhijjah

    Peristiwa bersejarah lainnya adalah doa Nabi Zakariya AS dikabulkan Allah SWT . Nabi Zakariya AS berdoa agar diberikan keturunan, padahal Nabi Zakariya AS waktu itu sudah berumur 120 tahun. Bagi yang mendambakan keturunan, perbanyaklah doa pada bulan ini, semoga Allah kabulkan untuk mendapatkan keturunan.

    • Tanggal 4 Zulhijjah

    Ini merupakan hari kelahiran Nabi Isa AS yang dilahirkan oleh ibunya Maryam di sudut kota Batlehem dalam kedaan sehat, meski sempat menggegerkan kaumnya. Pasalnya, ia terlahir dari seorang yang masih perawan. Semoga pada bulan ini, Allah SWT hilangkan segala kesulitan hidup kita dan menjadi hamba yang dimuliakan Allah SWT.

    • Tanggal 5 Zulhijjah

    Pada tanggal ini merupakan hari kelahiran Nabi Musa AS. Beliau dilahirkan di desa Uksur, Mesir. Semoga kita senantiasa mendapatkan keberkahan dan dijauhkan dari segala macam sifat buruk.

    • Tanggal 6 Zulhijjah

    Kini giliran Nabi Muhammad SAW, pada hari ini Allah SWT membuka pintu kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga Allah juga memberikan rahmat-Nya bagi kita umat Muhammad SAW.

    • Tanggal 7 Zulhijjah

    Pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci, dan baru akan dibuka setelah hari kesepuluh dari bulan Zulhijjah. Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 7 Zulhijjah, maka akan terhindar dari 30 pintu kesusahan dan dibukakan baginya 30 pintu kemudahan.

    • Tanggal 8 Zulhijjah

    Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membangun Ka’bah. Ketika bangunan Ka’bah telah jadi, Nabi Ibrahim merenung apakah yang ia lakukan mendapat pahala atau tidak. Maka disebutlah hari kedelapan dari bulan Zulhijjah dengan yaum al-tarwiyah yang artinya hari merenung dan berfikir.

    Ada yang mengatakan Nabi Ibrahim bermimpi mendapat tugas dari Allah untuk menyembelih Ismail. Maka, seharian Nabi Ibrahim berfikir apakah perintah itu benar-benar dari Allah atau dari Setan. Maka, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 8 Zulhijjah, Allah akan memberinya pahala yang nilaianya hanya Allah yang tahu.

    • Tanggal 9 Zulhijjah

    Hari ini di sebut Yaumul Arofah. Hari dimana Nabi Ibrahim AS akan menyembelih Nabi Ismail AS atas perintah Allah. Disebut Yaumul Arofah karena tempat untuk menyembelih Nabi Ismail AS itu dinamakan Arafah. Semoga Allah mengampuni dosa kita pada satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

    • Tanggal 10 Zulhijjah

    Peristiwa Nabi Ibrahim AS akan menyembelih Nabi Ismail AS atas perintah Allah inilah yang menjadikan tanggal 10 Zulhijjah sebagai hari raya Idul Adha atau di Indonesia dikenal dengan nama hari raya kurban.

    Baca juga:

  • Syarat, Rukun dan puncak Haji
  • Amalan-amalan Shaleh yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah

    1. Puasa Arafah

    Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dijalankan pada tanggal 09 Dzulhijjah tahun Hijriyah. Puasa Arafah dianjurkan bagi umat muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji di Makkah. Cara melaksanakan puasa arafah sama seperti puasa sunnah lainnya.

    Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

    “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

    1. Takbir dan Dzikir

    Perbanyak dzikir termasuk bertahlil, bertasbih, beristigfar, bertahmid, bertakbir dan memperbanyak doa merupakan suatu amalan yang dianjurkan pada bulan ini, tidak hanya dijalankan pada bulan Dzulhijjah saja tetapi juga dibiasakan pada keseharian hidup kita. Ibnu ‘Abbas berkata, “Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10  hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq.” Ibnu ‘Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah”

    1. Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh

    Ibadah haji merupakan salah satu ibadah dari rukun Islam yang kelima, dan wajib dikerjakan oleh setiap muslim bagi yang mampu mengerjakan baik secara finansial maupun fisik.

    “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah [2]; ayat: 196-197)

    1. Berqurban

    Hari raya Idul Adha atau sering dikenal dengan hari raya qurban, karena pada tanggal 10 Dzulhijjah tersebut, umat Islam berlomba-lomba menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli kambing, lembu atau unta untuk disembelih setelah shalat hari raya Idul Adha dilaksanakan dan tiga hari setelahnya atau yang kita kenal dengan hari tasyrik. Udhiyah atau menyembelih hewan qurbah disyariatkan oleh Allah  sebagaiman firman Allah dalam surat al-kautasar [108]: 2 “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an-nahr). Para Jumhur ulama menafsirkan ayat tersebut dengan “Berqurbanlah pada hari Idul Adha (yaum an-Nahr). Udhiyah merupakan bentuk  rasa cinta dan ketaqwaan seorang muslim kepada Allah . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Hajj [22]; ayat: 37)

    1. Bertaubat (tidak bermaksiat)

    Perintah bertaubat dan tidak melakukan maksiat sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam untuk melaksanakan perintah tersebut, namun hal serupa ditekankan bagi umat Islam bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat di awal bulan Dzulhijjah. Artinya kita menyibukkan diri di awal bulan Dzulhijjah dengan amal-amal shaleh serta meninggalkan kezholiman terhadap sesama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“. (QS. An-Nahl [16]; ayat : 119)

    Wallahu a'lam

    Semoga kita semua diampuni segala salah dan dosa kita oleh Allah Subhanahu Wata'ala... Aamiin


    Pondok pesantren Rawalo, Pondok pesantren El-madani SMA Rawalo Sma pesantren el-madani Sekolah banyumas

    nem terendah masuk sma negeri 1 banyumas

    ppdb sma banyumas 2021

    sma swasta di purwokerto

    pendaftaran sma banyumas 2020

    peringkat sma di banyumas

    pendaftaran sma negeri 1 banyumas

    sma negeri 1 banyumas jawa tengah

    pendaftaran sma negeri 1 banyumas 2021

    biaya pondok pesantren miftahul huda rawalo

    peta kecamatan rawalo banyumas

    ponpes miftahul huda rawalo

    pp miftahul huda rawalo

    ma takhasus miftahul huda rawalo

    ma miftahul huda rawalo

    e-learning ma miftahul huda

    Ponpes Miftahussalam

    PONPES MODERN ZAMZAM MUHAMMADIYAH

    PONDOK PESANTREN PUTRA-PUTRI DARUSSALAM DUKUHWALUH-PURWOKERTO

    DATA LEMBAGA PONDOK PESANTREN TAHUN 2021 . perbedaan sma dan smk

    sma jurusan

    e-rapor sma

    pengertian sma

    sma vote

    sma swasta

    nama sma

    sma negeri

    keutamaan bulan dzulhijjah

    keistimewaan bulan dzulhijjah

    nama lain bulan dzulhijjah

    10 dzulhijjah disebut hari

    11 dzulhijjah

    12 dzulhijjah

    sejarah bulan dzulhijjah

    10 dzulhijjah hari apa


    Rabu, 23 Juni 2021

    Syarat, Rukun dan puncak Haji

    https://www.viva.co.id/


     Ibadah haji merupakan salah satu sarana melakukan komunikasi antara seorang hamba dengan Khalik-nya. Ibadah ini pertama kali disyari’atkan pada tahun keenam Hijrah, sebagaimana Firman Allah swt. dalam QS Ali ’Imran/3:96-97.

    إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٖ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكٗا وَهُدٗى لِّلۡعَٰلَمِينَ فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ .

    Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah bagi) manusia, ialah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah), menjadi amanlah dia; mengerjakan haji menuju Baitullah adalah kewajiban manusia terhadap Allah, (yaitu bagi) yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana, barangsiapa kafir, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (dan tidak butu) pada seluruh alam.

     Kata al-Hajj menurut bahasa berarti menyengaja. Karena itu menurut istilah syari’at Islam, ia berarti menyengaja mengunjungi Ka’bah di Mekah untuk melakukan beberapa rangkaian amal ibadah menurut rukun dan syarat-syarat yang telah ditentukan oleh syara’. Haji merupakan rukun Islam yang kelima dan pokok ibadah yang keempat, yang diperintahkan setelah disyari’atkan ketiga pokok ibadah sebelumnya, yakni: ibadah salat, ibadah puasa Ramadhan, dan ibadah zakat.

    Haji dimulai Sejak ribuan tahun yang lalu,ibadah haji sudah dimulai oleh Nabi Ibrahim AS. Akan tetapi ibadah haji menjadi rukun Islam yang kelima dimulai pada tahun 625 M atau tahun ke 4 H.
    Baca sejarah 


     Syarat dan rukun serta tata cara Haji

    • Rukun Haji

    1.  Ihram
    2.  Wuquf di ‘Arafah
    3.  Thawaf (thawaf ifadhahJ
    4.  Sa’i antara Shafa dan Marwah
    5.  Mencukur rambut kepala atau memotongnya (Tahallul)
    6.  Tertib

    - Pertama, ihram, sebagaimana ibadah pada umumnya, niat termasuk bagian penting dalam ibadah. Posisi niat pada saat haji dimulai saat melakukan ihram. Adapun bacaan niatnnya seperti dibawah ini

    نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

    nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.

    Artinya: "Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji."

    - Kedua, wukuf di Arafah, dalam hadis disebutkan bahwa haji itu adalah arafah. Artinya, wukuf di Arafah menjadi ritual penting dalam haji. Wukuf biasanya dimulai pada tanggal 9 dzulhijah setelah tergelincir matahari sampai waktu subuh tanggal 10 Dzulhijah. Orang yang diwajibkan melakukan wukuf ialah orang yang memenuhi persyaratan sah ibadah, seperti tidak gila, sadar, dan lain-lain.

    Imam Tirmidzi dalam kitabnya Sunan Attirmidzi meriwayatkan sebuah hadis mengenai doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi Saw. ketika sedang wukuf di Arafah. Hadis tersebut bersumber dari Sayidina Ali, dia berkata;

    أَكْثَرُ مَا دَعَا بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ فِي الْمَوْقِفِ : ” اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي نَقُولُ وَخَيْرًا مِمَّا نَقُولُ ، اللَّهُمَّ لَكَ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي وَإِلَيْكَ مَآبِي وَلَكَ رَبِّ تُرَاثِي ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ

    “Paling banyak kalimat doa yang dibaca Nabi Saw. ketika wukuf di Arafah adalah;

    ‘Allahumma lakal hamdu kalladzi naqulu wa khairom mimma naqulu, allahumma sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati wa ilaika ma-abi wa laka rabbi turatsi, allahumma inni a’uzu bika min ‘azabil qobri wa waswasatis shodri wa syatatil amri, allahumma inni a’uzu bika min syarrima taji-u bihir rihu.

    " Ya Allah, bag-iMu pujian seperti yang kami ucapkan, dan lebih baik dari apa yang kami ucapkan. Ya Allah, untuk-Mu salatku, ibadah hajiku, untuk-Mu kehidupanku dan kematianku dan kepada-Mu kami akan kembali, untuk-Mu kami tunjukkan ibadahku. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, dari hati yang ragu dan dari tercerai berainya urusan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari yang terburuk yang didatangkan oleh angin.’”

    - Ketiga, tawaf, dilakukan setelah wukuf di Arafah, dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad dan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jemaah haji. Pada saat memulai tawaf, badan harus menghadap seutuhnya ke arah Hajar Aswad.

    ·         Doa thawaf yang pertama adalah

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ اللهُ أَكْبَرُ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِيْمَانًا بِكَ وَتَصَدِّيْقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءاً بِعهدك وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْئَلُكَ الْعَفْوَى وَالْعَافِيَةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْأَخِرَةَ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ

    Subahaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu allahu akbar. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiimi. Wash shalaatu wassalaamu’alaa rasuulillaaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma iimaanan bika wa tashdiqan bikitaabika wa wafaa’an bi’aadhika wattibaa’an li sunnati nabiyyika muhammadin shallaahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘aafiya wal mu’aafatan daaimata fid diini wad dunyaa wal aakhirati wal fauza bil jannati wannajaata minannaari

    Artinya; Maha suci Allah, segala bentuk pujian hanya pantas disanjungkan kepada-Nya, sebab tiada Tuhan selain Allah, Dzat Yang Maha Besar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali berasal dari sisi-Nya yang Maha Mulia lagi Maha Agung. Shalawat serta salam semoga senantiasa tertuju kepada Rasulullah, sebagaimana Allah selalu mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau. Ya Allah, aku melakukan tawaf ini hanya karena beriman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, dan memenuhi janjiku pada-Mu, serta mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad Saw. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan kepada-Mu, kesehatan, danperlindungan yang kekal dalam menjalankan aturan agama, baik urusan dunia maupun akhiratku, juga untuk beroleh kenikmatan surga dan terhindar dari azab neraka.

    ·         Doa Thawaf yang Kedua

    اللَّهُمَّ إِنََ هَذَا الْبَيْتَ بَيْتُكَ وَالْحَرَاَم حَرَامُكَ وَالْأَمْنَ أَمْنُكَ وَالْعَبْدَ عَبْدُكَ وَأَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَهَذَا مَقَامُ عَيْذُكَ بِكَ مِنْ النَّارِ فَحَرِّمْ لُحُومُنَا وَبَشِّرْنَا عَلَى النَّارِ اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قَلُوبِنَا وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ الْيَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ اللُّهُمَّ ارْزُقْنَا الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Allahumma innaa haadzal baita baituka wal haraama haraamuka wal amna amnuka wal ‘abda ‘abduka wa anaa ‘abduka wabnu ‘abdika wa haadzaa maqaamu ‘aidza bika minannaari faharrim luhuumanaa wa basyaranaa ‘alannaari. Allahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa wa karrih ilainal kufra wal fusuuqa wal ‘ishyaanaa waj’alnaa minar raasyidiina. ALlahumma qinii ‘adzaabaka yauma tab’atsu ‘ibaadaka. Allahummarzuqnal jannata bighairi hisaabin.

    Artinya; Ya Allah., sesungguh ya Ka’bah ini adalah rumah-Mu, tanah yang mulia di sekitarnya adalah tanah-Mu, negeri yang aman ini adalah negeri-Mu, hamba ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dan tempat ini adalah tempat para hamba berlindung kepada-Mu dari siksa api neraka. Haramkanlah daging dan kulit kami dari jilatan api neraka. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan biarkanlah keimanan itu menghiasi hati kami. Tanamkanlah kebencian terhadap perbuatan kufur, fasik, dan durhaka kepada-Mu, dan masukkanlah kami ke dalam golongan hamba-Mu yang mendapat petunjuk. Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada hari Engkau kelak membangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, anugerahkanlah surga kepadaku tanpa melalui perhitungan.

    ·         Doa Thawaf yang Ketiga

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن الشَّكِّ وَالشِرْكِ والشِّقَاقِ والنِّفَاقِ وسُوءِ الأَخْلاَقِ وَسُوءِ المَنْظَرِ وَالمُنْقَلِبِ فِي المَالِ والأَهْلِ والوَلَدِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْألُكَ رِضَاكَ والجَنَّةَ وأَعُوذُبِكَ مِن سَخَطِكَ والنَّارِ وَاالهَمِّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ القُبُرِ وأَعُوذُ بِكَ مِن فِتْنَةِ المَحْيَا والمَمَاتِ

    Allahumma inni a’udzubika minasysyakki wasysyirki wasysyiqaaqi wannifaaqi wa suu’il akhlaaqi wa suu’il manzhari wal munqalabi fil maali wal ahli wal waladi. Allahumma innii as’aluka ridhaaka wal jannata wa a’udzubika min shkathika wannaar. Allahumma innii a’udzubika min fitnatil qabri wa a’udzubika min fitnatil mahyaa wal mamaati.

    Artinya; Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keraguan syirik, bantah-bantahan, kemunafikan, akhlak yang buruk, dan penampilan serta kondisi kembali yang buruk, dalam hubungannya dengan harta benda, keluarga, dan anak-anak. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga. Aku juga berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan siksa api neraka. Ya Allah, aku berlidung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan derita kematian.

     

    ·         Doa Thawaf yang Keempat

     اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا وَذُنُباً مَغْفُورًا وَعَمَلًا صَالِحًا مَقْبُولًا وَتِجًارَةً لًنْ تَبُورًا. يَا عَالِمً مَا فِي الصُّدُورِِ أَخْرِجْنِي مِن الظُّلُمَاتِ إِلَى النُورِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلاَمَةَ مِن كُلِّ إِثْمٍ والغَنِيمَةَ مِن كُلِّ بِرٍّ والفَوْزَ بِالجَنَّةِ مِن النَّارِ رَبِّي قَنِّعْنِي بِمَا رَزَفَنِي وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَنِي وَاخْلُفْ عَلَيْنَا كُلَّ غَيْبَةٍ مِنْكَ بِخَيْرٍ

    Allahummaj’alnii hajjan mabruuran wa sa’yan masykuuran wa dzanban maghfuura wa ‘amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuura. Ya ‘aalima maa fish shuduuri akhrijnii minazh zhulumaati ilannuri. ALlahumma inni as ‘aluka mujibaati rahmatika wa ‘azaa’imi maghfiratika wassalaaamata min kulli itsmin wal ghaniimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wannajaata minannaari. Rabbi qanni’nii bimaa razaqtanii wa baariklii fiimaa ‘athaitanii wakhluf ‘alaynaa kulla ghaibatin minka bikhairin.

    Artinya; Ya Allah, karunikanlah kepada kami haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal saleh yang diterima, dan usaha yang tidak mengalami kerugian. Wahai Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang terkandung dalam sanubari, keluarkanlah aku dari kegelapan menuju cahaya yang terang bendenrang. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala urusan yang mendatangkan kasih sayang-Mu dan keteguhan ampunan-Mu, selamat dari segala desa dan beruntung karena memperoleh surga dan terhindar dari siksa api neraka. Ya Tuhanku, puaskanlah aku dengan anugerah yang telah Engkau berikan dan berkatilah untukku semua yang Engkau anugerahkan anugerahkan kepadaku dan gantilah segala yang terlepas dari pandanganku dengan kebaikan yang berasal dari sisi-Mu.

    ·         Doa Thawaf yang Kelima

    أللَّهُمَّ أَظِلَّنِي تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلَّكَ وَلَا بَقِيَ إِلَّا وَجْهَكَ وَأَسْفِنِي مِنْ حَوْضِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ وسَلَّم شُرْبَةً هَنِيئَةً مَرِيئَةً لَا أَظَؤُ بَعْدَهَا أَبَدًا. أللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرٍ مَا سَأَلَكَ مِنهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعُوُذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ وَنَعِيمَهَا وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَْو فِعْلٍ أَوْ عَمَلٍ

    Allahumma azhillanii tahta zhilli ‘arsyika yauma laa zhilla illaa zhilluka walaa baqiya illaa wajhuka wa asqini min haudhi nabiyyika muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama syurbatan haniii’atan marii’atan laa azah’u ba’dahaa abadan. Allahumma innii as’aluka min khairi maa sa’alaka minhu nabiyyiuka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa a’uudzubika min syarri maa ‘aadzaka minhu nabiyyuka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama. Allahumma innii as’alukal jannata wa na’iimahaa wa maa yuqarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalim wa a’udzubika minannaari wa maa yuqaarribunii ilaihaa min qaulin au fi’lin au ‘amalain,.

    Artinya; Ya ALlah, lindungilah aku di bawah naungan singgasana-Mu pada hari ketika tak ada naungan selain naungan-Mu dan tidak ada yang kekal kecuali Dzat-Mu. Berikanlah aku minuman dari telaga Nabi-Mu, Muhammad Saw dengan minuman yang lezat, segar, dan nyaman, yang sesudah itu aku tidak akan merasa kehausan selamanya. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang domohonkan oleh Nabi-Mu, Muhammad Saw dan keburukan yang dimintakan perlindungan kepada-Mu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga serta kenikmatannya dan apa saja yang dapat mendekatkan aku kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan, dan aku juga berlindung kepada-Mu dari api neraka serta apa saya yang mendekatkan aku kepadanya baik ucapan maupun perbuatan.

    ·         Doa Thawaf yang Kenam

    اللَّهُمَّ إِنَّا لَكَ عَلَيَّ حُقُوقًا كَثِيرًا فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ وَحُقُوقًا كثيرا فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَ خَلْقِكَ الَّلهُمَّ مَا كَانَ لَكَ مِنْهَا فَاغْفِرْهُ لِي وَمَا كَانَ لِخَلْقِكَ وَتَحَمَّلَهُ عَنِّي وَأَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَا وَاسِعَ المَغْفِرَةِ اللََّهُمَّ إِنَّ بَيْتَكَ عَظِيمٌ وَوَجْهَكَ كَرِيْمٌ وَأَنْتَ يَا اللَّهُمََّ حَلِيمٌ كَرِيمٌ عَظِيمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

    Allahuma innaa laka ‘alayya huquuqan katsiratan fiima bainii wa bainaka wa huquuqan katsiran fiiimaa bainii wa baina khalqika. Allahumma maa kaana laka minhaa faghfirhu lii wa maa kaana likhalqika fatahammalhu ‘annii wa aghninii bihalaalila ‘an haraamika wa bithaa’atika ‘an ma’shiyyatika wa bidadhlika ‘amman siwaaka yaa waasi’al maghfirati. Allahumma inna baitaka ‘azhiimun wa wajhaka kariimun wa anta yaa allahumma haliimun kariimun ‘azhiimun tuhibbul ‘afwa fa’fu’annii.

    Artinya; Ya Allah, sesungguhnya Eanhkau mempunyai banyak sekali hak dalam hubunganku dengan-Mu dan dengan makhluk-Mu. Ya Allah, apa yang menjadi hak-Mu kepadaku maka ampunilah diriku jika melalikannya. dan apa saja yang menjadi hak-Mu kepada makhluk-Mu maka tangguhkanlah dariku. Cukupkanlah aki dengan rezeki darisisi-Mu yang halal, terhindar dari kemaksiatan, dan dengan anugerah-Mu aku terhindar dari harapan terhadap selain Engkau, wahai Zat yang Maha Pengampun. Ya ALlah, sesungguhnya rumah-Mu (Ka’bah) ini sangat agung, Zat-Mu pun Maha Mulia, Engkau penyabar, Maha Pemurah, dan Maha Agung, serta sangat suka memberi ampunan, maafkan dan ampunilah aku.

    ·         Doa Thawaf yang Ketujuh

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَاناً كَامِلًا وَيَقِينًا صَادِقًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا ولِسَانًا ذَاكِرًا وَحَلَالًا طَيِّبًا وَتَوْبَةً نَصُوحًا وَتَوْبَةً قَبْلَ المَوْتِ وَرَاحَةً عِنْدَ المَوْتِ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً بَعْدَ الَموْتِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الحِساَبِ واَلفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيْزُ بِاْلصَالِحِينَ

    Allhumma innii as’aluka iimaanan kaamilan wa yaqiinan shaadiqan wa rizqan waasi’an wa qalban khaasyi’an wa lisaaanan dzaakiran wa halaalan thayyiban wa taubatan nashuuhan wa taubatan qablal mauti wa maghfiratan wa rahmatan ba’dal mauti wal ‘afwa ‘indal hisaabi wal fauza bil jannati wannajaata minannaari birahmatika yaa ‘aziizu bishshaalihin.

    Artinya; Ya Allah, aku memohon kepada-Mu iman yang sempurna, keyakinan yang benar, rezeki yang luas, hati yang khusuk, lisan yang selalu berzikir mengagungkan nama-Mu, rezeki yang halal dan baik, taubat yang diterima, taubat sebelum mati, ampunan pada saat diadakan perhitungan amal, keberuntungan memperoleh surga, rahmat dan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Ya Allah, berilah aku tambahan ilmu pengetahuan dan gabungkanlah aku ke dalam hamba-hamba-Mu yang saleh.

    - Keempat, sa’i dari Shafa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.

    Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan, sebelum memulainya disunnahkan membaca niat berikut ini

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيمِ أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ

    Bismillahir rahmaanir rahiim, abda’u bimaa bada’allahu bihi wa rasuulihi

    Artinya; Dengan nama ALlah yang Maha Pengasih dan Penyayang, aku mulai dengan apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya.

    Kemudian ketika mengerjakan sa’i dianjurkan membaca doa berikut ini sambil lari-lari kecil antara bukit shafa dan marwah

    اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، كَبِيرًا وَالحَمْدُ لَِّلهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    Allaahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar, kabiiran walhamdulillaahi katsiiran wa subhanallaahi bukratan wa ashiilaa

    Artinya; Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Maka besar Allah segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah baik saat pagi maupun petang.

    - Kelima, tahallul, yaitu mencukur rambut setelah menyelesaikan rukun haji. Dianjurkan bagi laki-laki untuk mencukur seluruh rambut dan bagi perempuan dianjurkan memendekkan rambut. Batas minimal tahallul menurut sebagian ulama ialah tiga helai rambut.

    Do’a Menggunting Rambut

    اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَنْعَمَنَابِهِ عَلَيْهَا. اَللَّهُمَّ هَذِهِ نَاصِيَتِي فَتَقَبَّلْ مِنِّي وَاغْفِرْ ذُنُوْبِى اَللََّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِيْنَ وَاْلمَقْصُوْرِيْنَ يَاوَاسِعَ الْمَغْفِرَةٍ اَللَّهُمَّ اثْبُتْ لِى بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةً وَامْحُ عَنِّي بِهَا سَيِّئَةً. وَارْفَعْ لِىْ بِهَا عِنْدَكَ دَرَجَةً

    Artinya:

        “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kita dan segala puji bagi Allah tentang apa-apa yang telah Allah karuniakan kepada kami.

    Ya Allah ini ubun-ubunku, maka terimalah dariku  (amal perbuatanku) dan ampunilah dosa-dosaku.

    Ya Allah, ampunilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan rambutnya wahai Tuhan yang Maha Luas ampunan-Nya. Ya Allah tetapkanlah untuk diriku setiap helai rambut kebajikan dan hapuskanlah untukku dengan setiap helai rambut kejelekan. Dan angkatlah derajatku di sisimu.”

    Do’a Selesai Menggunting Rambut

    اَلْحَمْدُ للهِ الَّدِى قَضَى عَنَا مَنَاسِكَنَا. اَللَّهُمَّ زِدْنَا اِيْمَانَا وَيَقِيْنَا وَعَوْنَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ

    Artinya:

    “Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan, dan pertolongan dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.”

    - Keenam, tertib, rukun haji mesti dilakukan secara berurutan, dimulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul. Tidak boleh rukun yang kedua atau ketiga dilakukan di awal. Kalau tidak berurutan, maka hajinya tidak sah.

    • Wajibnya Haji

    Wajib haji merupakan amalan-amalan yang harus dilakukan dalam rangkaian ibadah haji. Jika salah satu tidak dilakukan, ibadah haji seseorang tetap sah, tetapi ia harus menggantinya dengan membayar dam. Apa saja yang termasuk dalam wajib haji? Berikut ini lima wajib haji yang harus dilakukan jemaah haji:

    1. Ihram, yakni niat berhaji dari miqat

    2. Mabit di Muzdalifah

    3. Mabit di Mina

    4. Melontar jamrah ula, wustha, dan aqabah

    5. Thawaf wada’ (bagi yang akan meninggalkan Makkah)

    Baca juga:

    • Puncak Haji
    Puncak ibadah haji ditandai dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau biasa disebut sebagai hari Arafah. Karena termasuk rukun haji, jemaah yang tidak mengerjakan wukuf di Arafah berarti dianggap tidak mengerjakan haji. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi:

    "Haji itu hadir di Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam hari jam’in (10 Dzulhijjah sebelum terbit fajar) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji." (HR. At-Tirmidzi dari Abdurrahman bin Ya’mar RA).

    Dalam buku panduan Kementerian Agama, rangkaian ibadah sebelum wukuf, saat wukuf, hingga setelah wukuf disebut dengan ritual haji dan dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah. Para jemaah berangkat menuju Arafah mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi pada tanggal 8 Dzulhijjah, atau disebut sebagai hari tarwiyah, dengan menaiki bus. Dalam perjalanan dari Makkah menuju Arafah, jemaah disarankan untuk senantiasa berzikir, membaca talbiyah, shalawat, maupun berdoa.

    a. Wukuf di Arafah

    Wukuf di Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah setelah matahari tergelincir dan berakhir saat terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf berarti berhenti, diam tanpa bergerak, dan dilakukan dalam suasana tenang. Saat wukuf, seluruh jemaah haji berkumpul di Arafah.

    Selama wukuf, kegiatan yang dilakukan jemaah di antaranya mendengarkan khutbah wukuf, memperbanyak zikir, membaca Al Quran, dan memanjatkan doa. Wukuf bisa dilakukan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, setelah khutbah wukuf dan shalat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar. 

    b. Mabit di Muzdalifah

    Mabit artinya bermalam. Mabit di Muzdalifah atau bermalam di Muzdalifah dilakukan oleh jemaah haji pada tanggal 10 Dzulhijjah. Muzdalifah merupakan daerah yang terletak di antara Arafah dan Mina. Jemaah haji mengumpulkan batu kerikil di tempat ini dan nantinya digunakan untuk melempar jumrah.

    c. Mabit di Mina

    Mabit di Mina juga wajib dilakukan jemaah haji. Salah satu yang dilakukan di Mina adalah melontar jamrah atau jumrah. Bermalam di Mina dilakukan pada tanggal 11-12 Dzulhijjah atau dua malam hingga 13 Dzulhijjah.

    d. Melontar jumrah

    Melontar jumrah hukumnya wajib. Ibadah ini dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Melontar jumrah dilakukan dengan melontar batu kerikil ke arah jamrah Sughra, Wustha, dan Kubra dengan niat mengenai obyek jamrah (marma) dan kerikil masuk ke dalam lubang marma. Bagi yang tidak melakukannya, mereka harus membayar dam (denda) atau fidyah.

    e. Tawaf Ifadhah

    Tawaf Ifadhah dilakukan jemaah haji setelah pulang dari Mina pada tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah atau setelah Wukuf di Arafah. Tawaf Ifadhah dilakukan dengan mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali dan tidak ada jam tertentu.

    f. Sa'i

    Sai'i merupakan rukun haji sehingga wajib dilakukan oleh jemaah haji. Sa'i dilakukan dengan berjalan dari Safa ke Marwah dan kembali lagi sebanyak tujuh kali. Perjalanan dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan cara-cara tertentu. Pada saat jemaah haji berjalan menuju Safa, ia akan menghadap Kabah dan membaca takbir dan tahlil. Setelah itu jemaah haji bisa berjalan menuju Marwah sambil berzikir dan berdoa.

    g. Tawaf Wada'

    Tawaf Wada' dikenal juga dengan tawaf perpisahan. Tawaf ini dilakukan ketika jemaah akan meninggalkan Makkah untuk kembali ke negaranya masing-masing.


    Semoga kita semua mendapatkan Ridho Allah, serta bisa

     Haji sampai anak cucu kita...Aamiin...


    Apabila ada perbedaan silahkan koreksi dibawah ini, dengan senang hati kami untuk memperbaiki


     

    Alamat Pondok Pesantren El-madani

    PPDB SMA Pesantren El-madani

    jadwal sholat

    jadwal-sholat