Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Kamis, 22 Oktober 2020

Sejarah hari santri KH. Hasyim as'ari

 Hari santri nasional.... 

Www.el-madani.com

22 Oktober merupakan suatu peristiwa yang sangat bersejarah bagi kaum pesantren, yakni pada hari itu sebuah maklumat seruan yang di kumandangkan  oleh Hadrotussyech KH. Hasyim Asy’ari, yang kini dikenal sebagai “seruan jihad atau Resolusi Jihad”. 

Adapun seruan itu ditujukan kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi Kemerdekaan.

Baca juga Biografi KH. Hasyim asy'ari

KH. Hasyim Asy’ari sebagai tokoh besar pendiri Nahdatul Ulama menyerukan jihad dengan mengatakan bahwa “Membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ ain atau wajib bagi setiap orang” bagi dikalangan pesantren lebih dikenal HUBBUL WATHON MINAL IMAN. 

Api perjuangan selalu dikobarkan oleh KH. Hasyim Asy’ari untuk membakar ssemangat para santri di Indonésia khususnya santri di Surabaya untuk menyerang markas Brigade 49 Mahratta yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby.

Seruan jihad KYAI HAJI HASYIM AS’ARI sangat direspon oleh para Ulama terkenal diIndonesia sebagian besar para kyai ikut membantu penguatan resonansi Resolusi Jihad. Dukungan kian mengalir dari para tokoh agama, sebagian diantaranya KH. A. Wahab Chasbullah (Jombang). Lalu ada juga KH. Bisri Syamsuri (Jombang), KH. M. Dahlan (Surabaya), KH. Tohir Bakri (Surabaya), KH. Ridwan Abdullah, KH. Sahal Mansur, KH. Abdul Djalil (Kudus), KH. M. Ilyas (Pekalongan) KH. Abdul Halim Siddiq (Jember), dan KH Saifudin Zuhri (Jakarta), dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Berkat dukungan para ulama tersebut, KH. Hasyim Asy’ari semakin memperkuat fatwa Resolusi Jihad serta menggerakkan kaum santri dari berbagai daerah termasuk dari Cirebon Jawa Barat untuk berjuang ke Surabaya melalui barisan para militer santri, seperti Hizbullah, Sabilillah dan MMujahidin.

Begitu besar cintanya pada Indonesia hingga nyawa menjadi taruhan untuk mewujudkan arti sebuah kemerdekaan, untuk siapa? tentu untuk anak cucu dimasa mendatang.

Sekarang kita bisa menikmati kemerdekaan berkat tetesan keringat dan darah para pejuang yang gugur dimedan perang.

Semoga beliu beliu para mujahidin para pejuang yang telah gugur demi bangsa ini, diberi ampunan Oleh Allah, ditempatkan disebaik baiknya surganya Allah.. آمِّينَ امِّينَ  آمِّينَ ياَرَبَّ الْعَلَمِيْنَ 


Www.el-madani.com

Santri El madani memperingati hari santri nasional dengan berdoa dan upacara, sebagai penghormatan dan rasa syukur atas ikhlasnya para pejuang yang gugur demi membela tanah air tercinta Indonesia raya 


0 comments:

Posting Komentar

kritik saran silahkan tinggalkan, kami dengan senang hati untuk memperbaiki

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat