Cari Blog Ini

Program Tahfidz terpadu, Kajian kitab, yatim piatu, Wirausaha, SMA Pesantren El madani, LPKU MPZ Darul Qur'an

Senin, 12 Oktober 2020

Teladan Muasis Ponpes MH Nurul Iman (El Madani)

 Tauladanmu Ya Syaikhana



Alhamdulillah acara Haul Simbah KH. Nur Iman Mlangi, Simbah H. Nahrowi Dan Al Maghfurlah Romo Kiyai M. Djudan Dawam Ke 6 Serta Ultah Ponpes El-Madani Ke 16 yang diselenggarakan intern khusus keluarga Ponpes dan para santri berjalan dengan lancar.

Dalam acara haul tadi malam Agus M. Rif'an Muhajirin menyampaikan sambutannya sebagai "Shohibul Haul" sekaligus membacakan manaqib/biografi Al Maghfurlah Romo Kiyai. Banyak sekali pelajaran dari perjalanan hidup beliau (Romo Kiyai) yang dapat kita petik untuk kemudian kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya adalah :

 Berkeyakinan kuat kepada Allah, selalu berprasangka baik kepada Allah, husnudhon atas segala yang Allah berikan, serahkan semua pada Allah, Allahlah yang akan menyelesaikan. 

 Bertawakkal dengan sepenuh hati, berjuang dengan semangat tinggi. 

 Meski bukan orang yang hafal al-Qur'an beliau termasuk ahlul qur'an, karena beliau sangat istiqomah dalam mengaji/tadarus al-Qur'an, hingga seperti orang yang hafal al-Qur'an, apabila ada santri yang salah membaca beliau dengan cekatan langsung membenarkan bacaannya, meski tanpa melihat al-Qur'an.

 Beliau adalah sosok pecinta ilmu, ghirah dalam ilmu sangatlah tinggi. Seluruh waktunya beliau dedikasikan untuk mengaji, mengajar dan berjuang. Saking cintannya dalam mengaji sesibuk apapun beliau jarang meninggalkan ngajinya jika tidak ada 'udzur, pun sama dengan shalat jama'ah. Beliau paling tidak bisa jika tidak berjama'ah dalam shalatnya, meski sedang udzur tidak dapat jama'ah di masjid bersama para santri dan masyarakat, beliau biasanya mengajak garwo atau putra-putrinya untuk berjama'ah di rumah. 

Mengaji dan shalat jama'ah bagi beliau adalah rutinitas yang sangat diutamakan, keistiqomahannya itu beliau langgengkan hingga akhir hayatnya. 

Pada saat itu, usai jama'ah shalat ashar di masjid, kemudian beliau ke kelas untuk ngaji diniyah bersama santri, belum sempat memulai pengajian, beliau berpamitan kepada kang santri hendak ke kamar mandi pondok, di sana beliau muntah-muntah dan terjatuh tidak sadarkan diri. Beliau koma beberapa hari, namun ada keunikan tersendiri disaat beliau koma, setiap masuk waktu shalat jari telunjuk beliau bergerak-gerak sendiri, mengisyaratkan seperti sedang shalat. Setelah itu kembali tidak ada gerakan. Hal itu terjadi hingga beliau kapundut, pada hari Senin, 22 Shofar. 

Semoga kita semua (para santrinya beliau) dapat meneladani serta dapat meneruskan perjuangan serta kesemangatan beliau. Aamiin.. 

Teruntuk Guru kita, Al Maghfurlah Romo Kiyai M. Djudan Dawam Lahul Fatihah.. 

#haulvirtual #ultahelmadani #santrisaklawase #santrinderekkiyai #ngajiakhlaktaranya adalah : 

 

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

kritik saran silahkan tinggalkan, kami dengan senang hati untuk memperbaiki