Cari Blog Ini

Selasa, 02 Februari 2021

Manifestasi Syukurnya Para Penghafal Al-Qur'an


Bisa hafal Qur'an adalah sesuatu yang sangat diimpikan, dan amat diharapkan bagi banyak orang, karena itu merupakan sebuah anugerah yang agung. Anugerah yang diberikan Allah tidak pada semua orang, namun pada orang-orang pilihan, yang dipilih oleh Allah.
Dan sudah semestinya bagi mereka yang telah diberi nikmat hafal Qur'an untuk bisa istoqomah memuraja'ah hafalan, menjaganya, merawatnya, serta mencintainya dengan sepenuh jiwa.
Yang itu semua sebagai manifestasi dari bentuk rasa syukur. Karena muraja'ah (mengulang hafalan) adalah sebagai bentuk rasa syukurnya para penghafal Al-Qur'an. Karena ajeg nderes bukan lagi menjadi kewajiban, akan tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan primer baginya.
Alhamdulillah malam kemarin, salah satu santri putri (yang sudah mengkhatamkan hafalannya beberapa waktu yang lalu), telah mengikuti ujian tahfidz (Tasmi' Muroja'ah Hafalan Al-Qur'an Per 5 Juz).
Selamat teruntuk Saudari Nanda Nur Azizah dari Banjarparakan yang telah Lulus Ujian Tahfidz Per 5 Juz (Juz 21-25) dengan sangat baik dan lancar.
Teriring do'a semoga berkah manfaah ilmunya, dan semoga senantiasa istiqomah dalam menjaga hafalan Al-Qur'annya. Aamiin..
***
Sedikit catatan inspiratif tentang Saudari NANDA NUR AZIZAH ini.
Ia adalah termasuk salah satu santri yang amat gigih. Semangatnya dalam tholabul ilmi sangat tinggi. Ia mulai menekuni hafalan Al-Qur'annya di usianya yang relatif masih muda belia, Mulai menyetorkan hafalan saat dia kelas 1 MTs, tidak begitu lama, dalam kurun 3 tahun ia mampu mengkhatamkan hafalannya,
Kemudian Ia melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi, yakni di SMA Pesantren El-Madani.
Meskipun Ia telah merampungkan hafalan Al-Qur'annya, dan di tengah kesibukannya menjadi mbak ndalem, yang tentu mobilitas kegiatannya lebih tinggi dibanding yang tidak ndalem, namun ia tetap tekun dalam mengaji Al-Qur'an, ia tetap semangat memuraja'ah hafalan, serta selalu aktif menyetorkan ulang hafalannya.
Bahkan dapat dibilang ia termasuk dalam jajaran yang gilang gemilang dalam hal menghafal Al-Qur'an. Semangatnya yang tak pernah padam di tengah banyak kesibukannya yang lain. Ia mampu membagi waktunya dengan apik.
Ia sadar, bahwa orang mondok dan sekolah bukan hanya mengaji dan belajar saja, namun ada yang lebih penting dari itu, yang akan mengantarkannya pada keberkahan ilmunya kelak, yaitu Khidmah. Khidmah kepada pondok, khidmah kepada para Guru dan khidmah kepada orang tuanya.
***
Terkadang banyak orang tidak mensyukuri keadaanya yang sekarang karena selalu menginginkan yang bukan menjadi milik kita.
Banyak anak muda yang diberi amanat oleh orang tuanya untuk benar-benar mencari ilmu dengan diberi fasilitas apa saja, namun tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik, mereka terlena dengan luasnya kesempatan itu, kesempatan emas yang entah esok akan dapat ia rasakan kembali atau tidak.
Maka, selagi kita masih diberi kesempatan-kesempatan indah itu, jangan pernah kita lalaikan, jangan pernah kita cederai amanat dari orang tua, yang telah mengasihi dengan sepenuh hati.
Dan yang lebih agung, sejatinya kita bisa mondok, kita bisa sekolah adalah merupakan karunia dan amanat dari Allah SWT..
Bersyukurlah dengan karunia agung ini..
*
•• Ujian Tahfidz dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan dengan jumlah penyimak yang sangat terbatas.

0 comments:

Posting Komentar

kritik saran silahkan tinggalkan, kami dengan senang hati untuk memperbaiki

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat