Cari Blog Ini

Rabu, 03 Februari 2021

Raden Rahmat atau Sunan Ampel

Pencetus dan perencana kemunculan kerajaan islam dengan rajanya yang pertama yaitu raden patah, beliu adalah sunan Ampel.

Sunan Ampel nama asli Raden Rahmat, beliu adalah salah satu Walisongo yang menyebarkan Islam di Jawa. Beliu lahir pada tahun 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Ada yang mengatakan bahwa Champa adalah salah satu negeri yang ada di Kamboja. Pendapat lain menyatakan bahwa Champa ada di Aceh yang kini bernama Jeumpa.

Menurut beberapa cerita Maulana Malik Ibrahim (menantu Sultan Champa dan ipar Dwarawati) adalah orang tua dari Raden Rahmat ( Sunan Ampel )

Dalam Serat Darmo Gandhul, Sunan Ampel disebut Sayyid Rahmad merupakan keponakan dari Putri Champa permaisuri Prabu Brawijaya yang merupakan seorang muslimah. Raden Rahmat dan Raden Santri adalah anak Makhdum Ibrahim (putra Haji Bong Tak Keng), keturunan suku Hui dari Yunnan yang merupakan percampuran bangsa Han/Tionghoa dengan bangsa Arab dan Asia Tengah (Samarkand/Asmarakandi). Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh/Abu Hurairah (cucu raja Champa) pergi ke Majapahit mengunjungi bibi mereka bernama Dwarawati puteri raja Champa yang menjadi permaisuri raja Brawijaya. Raja Champa saat itu merupakan seorang muallaf. Raden Rahmat, Raden Santri dan Raden Burereh akhirnya tidak kembali ke negerinya karena Kerajaan Champa dihancurkan oleh Kerajaan Veit Nam.

Baca juga:

  1. Sunan Kudus nama Asli Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkh...
  2. Mutiara Santri El-madani, Usaha Tak akan pernah Me...
  3. Sunan Bonang (Biografi dan Perjalanan hidup)
  4. Sunan Muri Gunung Muria
  5. Syech Magdum wali sang Pejuang Islam di Banyumas

Namun ada versi Hikayat Banjar dan Kotawaringin (= Hikayat Banjar resensi I), nama asli Sunan Ampel adalah Raja Bungsu, anak Sultan Pasai. Dia datang ke Majapahit menyusul/menengok kakaknya yang diambil istri oleh Raja Mapajahit. Raja Majapahit saat itu bernama Dipati Hangrok dengan mangkubuminya Patih Maudara (kelak Brawijaya VII) .

Sunan Ampel memiliki 2 istri diantaranya:

  1. ·         Isteri Pertama, yaitu: Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi.
  2. ·         Isteri Kedua adalah Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning.

Putra putri Sunan Ampel

Dari Dewi Condrowati alias Nyai Ageng Manila binti Aryo Tejo Al-Abbasyi, lahirlah 5 anak diantaranya:

  1. ·         Maulana Mahdum Ibrahim/Raden Mahdum Ibrahim/ Sunan Bonang/Bong Ang
  2. ·         Syarifuddin/Raden Qasim/ Sunan Drajat
  3. ·         Siti Syari’ah/ Nyai Ageng Maloka/ Nyai Ageng Manyuran
  4. ·         Siti Muthmainnah
  5. ·         Siti Hafsah

Dari Dewi Karimah binti Ki Kembang Kuning, lahirlah 6 anak diantaranya:

  1. ·         Dewi Murtasiyah/ Istri Sunan Giri
  2. ·         Dewi Murtasimah/ Asyiqah/ Istri Raden Fatah
  3. ·         Raden Husamuddin (Sunan Lamongan)
  4. ·         Raden Zainal Abidin (Sunan Demak)
  5. ·         Pangeran Tumapel
  6. ·         Raden Faqih (Sunan Ampel 2)

Silsilah Beliu Sunan Ampel:

  1. ·         Sunan Ampel / Raden Rahmat / Sayyid Ali Rahmatullah bin
  2. ·         Maulana Malik Ibrahim / Syekh Ibrahim As-Samarqandy bin
  3. ·         Syaikh Jumadil Qubro / Jamaluddin Akbar al-Husaini bin
  4. ·         Ahmad Jalaluddin Syah bin
  5. ·         Abdullah Khan bin
  6. ·         Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad,India) bin
  7. ·         Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
  8. ·         Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
  9. ·         Ali Kholi' Qosam bin
  10. ·         Alawi Ats-Tsani bin
  11. ·         Muhammad Sohibus Saumi'ah bin
  12. ·         Alawi Awwal bin
  13. ·         Ubaidullah bin
  14. ·         Ahmad al-Muhajir bin
  15. ·         Isa Ar-Rumi bin
  16. ·         Muhammad An-Naqib bin
  17. ·         Ali Uraidhi bin
  18. ·         Ja'far ash-Shadiq bin
  19. ·         Muhammad al-Baqir bin
  20. ·         Ali Zainal Abidin bin
  21. ·         Husain bin
  22. ·         Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra binti Muhammad

Jadi, Sunan Ampel memiliki darah Uzbekistan dan Champa dari sebelah ibu. Tetapi dari ayah leluhur mereka adalah keturunan langsung dari Ahmad al-Muhajir, Hadhramaut. Bermakna mereka termasuk keluarga besar Saadah BaAlawi.

Falsafah Sunan Ampel

  1. ·         Moh Mabok: tidak mau minum minuman keras, khamr dan sejenisnya.
  2. ·         Moh Main: tidak mau main judi, togel, taruhan dan sejenisnya.
  3. ·         Moh Madon: tidak mau berbuat zina, homoseks, lesbian dan sejenisnya.
  4. ·         Moh Madat: tidak mau memakai narkoba dan sejenisnya.
  5. ·         Moh Maling: tidak mau mencuri, korupsi, merampok dan sejenisnya.

Perjalanan ke Ampel denta

Pada hari yang telah di tentukan kemudian berangkatlah rombongan Raden Rahmat ke sebuah desa Surabaya yang kemudian disebut dengan Ampeldenta. Rombongan tersebut melalui desa Krian-Wonokromo hingga memasuki Kembang Kuning. Selama dalam perjalanan beliau juga bedakwah kepada penduduk setempat yang di laluinya.

Sunan Ampel menyebarkan Islam di Jawa dengan cara kelembutan dan santun, tak jarang banyak orang yang simpatik sama beliu dan memeluk Islam. Sikap Sunan Ampel terhadap adat istiadat lama sangat hati-hati. Hal ini didukung oleh Sunan Giri dan Sunan Drajad. Sikap Sunan Ampel itu tampak ketika dalam permusyawaratan para Wali di masjid Agung Demak, Sunan Kalijaga mengusulkan agar adat istiadat Jawa seperti selamatan, bersaji, kesenian wayang dan gamelan dimasuki rasa keislaman.

Selain pencetus dan perencana kemunculan kerajaan islam di Jawa, Sunan Ampel juga ikut serta dalam pembangunan Masjid Agung Demak, sekitar Pada tahun 1479, yang kala itu dipimpin oleh Raden patah.

Dan masih banyak peninggalan di Jawa yang beliu torehkan.

Sungguh luar biasa perjuangan beliu. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari perjuangan beliu dan bisa istiqomah dan ber Ibadah kepada Allah. Amiin....

0 komentar:

Posting Komentar

kritik saran silahkan tinggalkan, kami dengan senang hati untuk memperbaiki

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat