Cari Blog Ini

Rabu, 31 Maret 2021

Akhlak Seorang Pelajar Terhadap Gurunya Bagian 3

Kesebelas, Pelajar hendaknya tidak mendahului pendidik untuk menjelaskan suatu masalah atau menjawab suatu pertanyaan; begitu juga pelajar tidak boleh menjelaskan atau menjawab bersamaan dengan pendidik. Pelajar hendaknya tidak menampakkan pengetahuan atau pemahaman tentang hal itu.

Pelajar tidak boleh memotong pembicaraan pendidik dalam hal apapun; tidak mendahului maupun membarengi pembicaraan pendidik, namun sebaiknya pelajar bersabar menunggu sampai pendidik selesai berbicara, baru kemudian pelajar boleh berbicara.

Pelajar tidak boleh berbincang-bincang dengan orang lain, padahal pendidik sedang berbicara dengan pelajar maupun para pelajar lain yang berada di majlis. Pelajar seharusnya memfokuskan perhatian kepada pendidik, sekiranya apabila pendidik memerintahkan sesuatu, bertanya sesuatu, maupun memberi isyarat kepadanya, pendidik tidak perlu mengulang sampai dua kali.

Kedua belas, Apabila pendidik menyerahkan sesuatu kepada pelajar, maka sebaiknya pelajar menerimanya dengan tangan kanan. Jika pelajar mau menyerahkan lembaran kertas yang sedang dia pegang untuk dibaca, lembaran cerita maupun lembaran-lembaran tulisan syara' (teks-teks suci agama Islam), dan sejenisnya; maka hendaklah pelajar membuka lembaran-lembaran dan mengangkatnya untuk diserahkan kepada pendidik. Pelajar tidak boleh menyerahkanlembaran-lembaran itu dalam keadaan tertutup atau terlipat, kecuali jika pelajar yakin atau menduga bahwa pendidik memang menghendaki seperti itu.

Apabila pelajar mau menyerahkan sebuah kitab, maka sebaiknya dia menyerahkan dalam keadaan siap untuk dibuka dan dibaca tanpa perlu mencari-cari lagi. Jika pendidik ingin melihat bagian tertentu dari kitab itu, maka sebaiknya pelajar membuka bagian kitab yang dikehendaki pendidik dan menunjukkan bagian yang dimaksud dengan jelas. Pelajar tidak boleh melempar apapun kepada pendidik, baik berupa kitab, lembaran, dan sejenisnya.

Pelajar sebaiknya mengulurkan tangannya kepada pendidik, jika posisi pendidik jauh; sehingga pendidik tidak perlu mengulurkan tangan untuk mengambil maupun menerima (benda/kitab yang diserahkan), bahkan lebih baik lagi jika pelajar berdiri menuju pendidik, namun tidak perlu sampal merangkak (bahasa Jawab: berangkang).

Jika pelajar duduk di depan pendidik, maka pelajar tidak boleh duduk terlalu dekat sehingga menimbulkan kesan tidak bertata-krama. Pelajar tidak boleh meletakkan tangan, kaki, atau bagian tubuh lain maupun pakaiannya di atas pakaian, bantal, sajadah maupun tempat tidur pendidik.

Apabila pelajar mau menyerahkan pena untuk digunakan menulis oleh pendidik, maka sebaiknya pelajar mengulurkan tangannya sebelum memberikan pena itu kepada pendidik. Jika pelajar mau meletakkan tempat tinta di depan pendidik, maka hendaknya tempat tinta itu dalam keadaan sudah terbuka dan siap pakai menulis.

Sedangkan jika mau menyerahkan pisau kepada pendidik, maka pelajar tidak boleh mengarahkan bagian pisau yang tajam maupun pegangan pisau ke arah pendidik, melainkan menyerahkan pisau itu dalam posisi melintang (horizontal), dengan sisi tajam pisau mengarah kepada pelajar dan menggenggam gagang pisau dengan posisi searah dengan tangan kanan pendidik yang akan menerima pisau itu.

Apabila pelajar mau menyerahkan sajadah untuk dipakai shalat oleh pendidik, maka sebaiknya pelajar menghamparkan sajadah itu terlebih dahulu. Memang tata-kramanya adalah menghamparkan sajadah itu, ketika hendak dipakai shalat oleh pendidik. Pelajar tidak boleh duduk maupun shalat di atas sajadah itu, ketika berada di hadapan pendidik, kecuali jika tempat lainnya tidak suci atau memang ada uzur untuk menggunakan sajadah tersebut. Ketika pendidik sudah selesai menggunakan sajadah, maka para pelajar hendaknya bergegas mengambil sajadah itu dan membawanya dengan tangan atau lengannya, jika pendidik menghendaki hal itu. Demikian juga, pelajar hendaknya mempersiapkan alas kaki yang dipakai pendidikjika hal itu tidak memberatkan hati pendidik. Semua sikap ini dimaksudkan untuk bertaqarrub kepada Allah dan mencari ridha pendidik.

Ada pendapat yang menyatakan bahwa ada 4 hal yang tidak akan diacuhkan oleh orang yang mulia, sekalipun dia adalah pemimpin, yaitu: berdiri dari tempat duduknya karena menyambut ayahnya; melayani pendidik yang menjadi sumbernya belajar; bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahui; dan melayani tamunya.

Ketika berjalan bersama pendidik, pelajar sebaiknya berada di depan pendidik jika saat itu adalah malam hari; akan tetapi pelajar hendaknya berjalan di belakang pendidik jika saat itu adalah siang hari; kecuali jika kondisi menuntut sebaliknya, semisal karena ada keramaian, dan sebagainya.

Pelajar sebaiknya berada di depan pendidik ketika berjalan di tempat- tempat yang belum dikenal, agar tidak terperosok ke dalam lumpur maupun tercebur. Demikian juga ketika berjalan di tempattempat yang mengkhawatirkan; dan pelajar hendaknya menjaga agar pakaian tidak sampai terkena percikan apapun.

Apabila berjalan di tengah keramaian, hendaknya pelajar melindungi pendidik dengan tangannya, baik dari arah depan maupun arah belakang. Jika pelajar berjalan di depan pendidik, maka sebaiknya dia menoleh setiap selang beberapa waktu. Jika pelajar itu sendirian,lalu pendidik mengajaknya bicara di tengah perjalanan, sedangkan keduanya sedang berada di tempat yang teduh, maka hendaknya pelajar berada di samping kanan pendidik, dan menurut keterangan lain, sebaiknya berada di samping kiri pendidik, dengan posisi agak lebih maju dan bisa menoleh kepada pendidik.

Pelajar hendaknya memperkenalkan orang-orang yang mendekat untuk menemui pendidik, jika pendidik belum mengenal orang yang bersangkutan. Pelajar tidak boleh berjalan di samping pendidik kecuali ada kebutuhan atau ada isyarat dari pendidik (untuk melakukan hal itu).

Pelajar hendaknya melindungi pendidik dari berdesak-desakan dengan bahunya atau bahu binatang tunggangannya, jika keduanya naik binatang tunggangan; serta menempel pada pakaian pendidik.

Selain itu, pelajar sebaiknya memilihkan jalan yang teduh ketika musim panas, dan memilihkan bagian jalan yang tersinari matahari, ketika musim dingin; serta di arah yang membuat (wajah) pendidik tidak terkena sinar matahari, sewaktu-waktu pendidik menoleh kepada pelajar.

Pelajar tidak boleh berjalan di tengah-tengah pendidik dan orang lain yang sedang diajak bicara oleh pendidik; akan tetapi posisi pelajar sebaiknya lebih mundur atau lebih maju; tidak mendekati, mendengarkan maupun menoleh kepada mereka berdua. Apabila pendidik ingin melibatkan pelajar dalam perbincangan, maka hendaklah pelajar mendatanginya dari arah lain.

Ketika pelajar bertemu pendidik, sebaiknya pelajar lebih dahulu memberi salam kepada pendidik. Pelajar sebaiknya datang menyongsong pendidik apabila posisi pendidik itu jauh. Pelajar tidak boleh memanggil dan memberi salam kepada pendidik dari kejauhan maupun dari arah belakang, akan tetapi harus mendekatinya, maju menemuinya, baru kemudian mengucapkan salam kepada pendidik.

Pelajar hendaknya tidak mendahului perbincangan di tengah jalan, sampai pendidik yang mengajaknya berbicara. Pelajar sebaiknya tidak bertanya kepada pendidik di tengah perjalanan.

Ketika pelajar tiba di rumah pendidik, maka pelajar tidak boleh berdiri di depan pintu rumahnya, karena dikhawatirkan berpapasan dengan seseorang yang keluar dari pintu itu, sedangkan pendidik tidak ingin orang itu terlihat oleh pelajar.

Jika pelajar mau naik tangga bersama pendidik, maka hendaknya pelajar berjalan di belakang pendidik; namun jika turun dari tangga, hendaknya pelajar berjalan di depan pendidik, sehingga sewaktuwaktu pendidik terpeleset kakinya, pendidik bisa bertopang kepada pelajar.

Pelajar tidak boleh berkomentar atas pendapat yang dikemukakan oleh pendidik, meskipun pendapat itu salah. Misalnya: "Pendapat ini salah", "Pendapat ini tidak sesuai dengan pendapatku". Akan tetapi hendaknya pelajar berkata: "Tampaknya, bahwa yang maslahat adalah seperti ini, pelajar tidak boleh berkomentar: "Menurut pendapatku adalah..." dan komentar-komentar sejenis.

Penulis : Santri_Lawas

0 komentar:

Posting Komentar

kritik saran silahkan tinggalkan, kami dengan senang hati untuk memperbaiki

 

Alamat Pondok Pesantren El-madani

PPDB SMA Pesantren El-madani

jadwal sholat

jadwal-sholat