Logo Yayasan Nurul Iman Rawalo

Lembaga pendidikan Pesantren Dan pendidikan Formal

Logo Pondok Pesantren MH Nurul Iman (El Madani)

Kedungwangkal, Banjarparakan, Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah.

Logo SMA Pesantren El Madani Rawalo

Pendidikan Berbasis Pesantren.

Logo Madrasah Wustha El Madani

Madrasah Setingkat SMP/MTs

Logo El Madani Safari Tour

Melayani Umroh dan Haji Plus

PONPES EL-MADANI

Program Tahfidz terpadu, Kajian kitab, yatim piatu, Wirausaha, SMA Pesantren El madani

Selasa, 22 Desember 2020

Semaan Al Qur'an Pekuncen Banyumas oleh santri El madani


 Libur pondok merupakan sesuatu yang sangat didambakan bagi sebagian kalangan santri, dan hampir seluruh pondok pesantren pasti memberikan waktu libur untuk pulang kerumah sungkem pada orang tua, bagi santri yang jauh kadang hanya bermain dirumah sahabatnya untuk sekedar mencari suasana baru. Berbeda bagi santri El madani, libur pondok bukan berarti libur belajar dan libur mengaji, setiap libur pondok, santri wajib melakukan kegiatan mengaji atau sema'an didaerah masing-masing, bisa dimasjid atau musholla, dan harus memberikan laporan pada pengurus pondok, bagi Pengasuh El madani tak ada yang namanya libur mengaji/belajar, yang ada hanya libur pondok

Baca juga:

Menghafal Qur'an 30 Juz Dengan Cinta

Tasmi' Muroja'ah Hafalan al-Qur'an santri Ponpes El madaniPembangunan asrama Ruang Belajar Santri dan Tahfidzul Qur'an terpadu Ponpes Miftahul Huda Nurul Iman El madaniJutaan keistemewaan bagi penghafal Al qur'anMenghafal Al-Qur'an Hingga Khatam

Seperti yang dari Pekuncen Banyumas ini misalnya, mbak Iren dan kawan-kawan, mereka melakukan kegiatan semaan dimasjid yang ada didesanya dan mengajak para kaula muda ataupun tua untuk ikut kegiatan semaan, kegiatan ini bertujuan melatih santri agar selalu tidak meninggalkan Al qur'an, sekaligus mengajak masyarakat untuk selalu membaca dan mengamalkan Al qur'an. 

Karena dalam masa pandemi, maka kegiatan ini harus mengikuti protokol kesehatan dan ijin setempat

Ingat jaga selalu kesehatan ikuti aturan pemerintah

Pakai masker

Jaga jarak

Hindari kerumunan

Dan jangan lupa selalu cuci tangan


Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan semoga covid ini segera berakhir آمِّينَ امِّينَ  آمِّينَ ياَرَبَّ الْعَلَمِيْنَ 




NYATA!!!... PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK


Ada seorang anak dari Ibu Kota, sebelumnya kesulitan bersosialisasi, kerjaanya nge-game mainan gadget terus ..  


Alhamdulillah atas izin Allah setelah mondok dan sekolah di SMA Pesantren El-Madani, Rawalo, Banyumas keluarganya menyampaikan ada perubahan karakter ke arah yang lebih baik .


Dan kabar baiknya, SMA Pesantren El-Madani sudah membuka kesempatan jauh-jauh hari bagi temen-temen atau putra-putri bapak Ibu yg saat ini kelas 9 atau 3 SMP/MTs sederajat untuk mendaftar di SMA Pesantren El-Madani .. 


Kuotanya terbatas, hanya 60 siswa. Itupun terdiri dari 30 putra dan 30 Putri.  namun karena sudah ada beberapa yg daftar  .. jadi kuota per hari ini tinggal 50an saja .. dan pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu ketika kuota sudah penuh..


Jadi Buat kamu yg mau daftar, atau Bapak Ibu yang mau tanya-tanya informasi pendaftarannya ..   bisa hubungi saya yaa.. bisa via inbox, atau WhatsApp ke 089-536-567-1178 atau bisa juga ke Sekretariat Pendaftaran yg tersebar di beberapa wilayah di Banyumas dan sekitarnya..

PENDAFTARAN PONDOK PESANTREN EL MADANI DAN SMA PESANTREN EL MADANI 

Rabu, 16 Desember 2020

Tasmi' Muroja'ah Hafalan al-Qur'an santri Ponpes El madani


Menjaga hafalan Al-Qur'an merupakan kewajiban dan tanggung jawab seumur hidup, tidak terasa berat apabila dilakukan dengan kecintaan yang mendalam. Karena cinta akan membawa sesorang pada kesetiaan. Setia dan istiqomah dalam menjaga hafalan al-Qur'an akan membawa pada kebahagiaan dan derajat yang luhur. Banyak para ulama salafus shalihin yang dawuh "Seberapa besar engkau menjaga/merawat al-Qur'an maka sebesar itu pula hidupmu akan dirawat Allah".

Dan itulah mengapa derajat istiqomah begitu tinggi, bahkan disejajarkan dengan seribu karomah. Karena begitu mulianya seseorang yang dapat melakukan istiqomah.

====================

Alhamdulillah, Selasa malam Rabu bertepatan dengan tanggal 15 Desember 2020 Pondok Pesantren El-Madani kembali menggelar ujian tahfidz terbuka, yakni "Tasmi' Muroja'ah Hafalan al-Qur'an Per 5 Juz (Juz 26-30) Dalam Sekali Dudukan". 

Selain membaca 5 juz bil ghoib, peserta juga diuji kemampuan hafalannya dengan sambung ayat, peserta melanjutkan potongan ayat yang dibacakan oleh penguji. 

Dan sebelum ujian terbuka tersebut berlangsung, peserta sudah terlebih dahulu melaksanakan ujian tertutup, yang diuji langsung hafalannya oleh Khadimul Ma'had. 

Donasi Pembangunan asrama Ruang Belajar Santri dan Tahfidzul Qur'an terpadu Ponpes Miftahul Huda Nurul Iman El madani

Selamat Dan Sukses untuk saudari Retno Cahyati dari Banjarparakan, Rawalo, yang telah lulus ujian tahfidh 5 juz,  juz 26-30 dengan sangat lancar. 

Semoga berkah manfaat ilmunya, serta mampu menjaga seluruh hafalan al-Qur'annya dengan mempeng dan  istiqomah. Aamiin.. 


"MONDOK SAMPE RABI, BEN APALAN TAMBAH RAPI, LAN ORA LALI-LALI".


*Note

Ujian tahfidz dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, duduknya jaga jarak dan memakai masker.

Baca juga:

Menghafal Qur'an 30 Juz Dengan CintaMenghafal Al-Qur'an Hingga KhatamKhotmil Qur'an, Semangat Juang Dan Haru Bahagianya

Jutaan keistemewaan bagi penghafal Al qur'an

#ujiantahfidz #santrihuffadz #santrielmadani #elmadanijaya #mondoksampairabi #ngajisampaimati

Donatur pembangunan Tahfidzul terpadu Pondok pesantren El madani

 

Allah SWT telah berfirman:
“Perumpamaan (infak yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menginfakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqarah:261)
" Ya Allah jadikanlah kami semua termasuk golongan orang-orang yang ber Imam, Ber Taqwa, dan Ahli Shodakoh, Ahli Wakaf, Ahli Zakat, Ahli Infaq"... آمِّينَ امِّينَ  آمِّينَ ياَرَبَّ الْعَلَمِيْنَ


Terimakasih banyak kami haturkan kepada bapak Darwin, Banjarwaru, Banjarparakan Rawalo, dan segenap Donatur lain, yang telah ikut sumbangsih kegiatan Pembangunan asrama dan ruang belajar Santri Tahfidz terpadu,

"Semoga Allah membalas kebaikan panjenengan semua serta menjadi amal Jariyah hingga yaumul Qiyamah" ... آمِّينَ امِّينَ  آمِّينَ ياَرَبَّ الْعَلَمِيْنَ



Sabtu, 12 Desember 2020

Tanya jawab Imam Ghazali dan muridnya


Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu sang Imam bertanya:

 
1. “Apa yang PALING DEKAT dengan diri kita di dunia ini ?”.
 
Murid-muridnya menjawab: “Orang tua, guru, kawan dan sahabatnya”.
 

Imam Ghazali menjelaskan, “Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”.
 

Sebab itu memang janji Allah SWT bahwa dalam Surah Ali 'Imran ayat 185

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.

Maut bisa datang menjemputmu sewaktu-waktu tanpa kita tahu, dimanapun kamu bersembunyi, maut tetap akan datang menghampirimu tanpa kamu tahu kapan itu terjadi. Tapi ingat pula sabda Rasululloh saw :“Janganlah kamu takut mati karena pasti terjadi, janganlah kamu minta mati datang kepadamu dan janganlah kamu berbuat yang mendekatkan dirimu dengan mati”.

Lalu Imam Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang kedua 

2. “Apa yang PALING JAUH dari diri kita di dunia ini ?”.

Murid-muridnya menjawab: “Negeri Cina, bulan, matahari dan bintang-gemintang”.

Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU”.

Walau dengan cara apapun kita tidak pernah akan dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kamu harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang menjadi lebih baik dari hari sebelumnya dan isi dengan beribadah kepada Allah SWT dan berbuatlah baik kepada sesama manusia agar kamu selamat.

3. “Apa yang PALING BESAR di dunia ini ?”.

Murid-muridnya menjawab: “Gunung, bumi, matahari”.

Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah “NAFSU”

Firman Allah SWT dalam Surah Al A'raf ayat 179,

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi”.

Kemarahan, perzinahan, pencurian, perkelahian, peperangan dan pembunuhan, semua dimulai dari “nafsu” yang tidak terkendali. Oleh karena itu berhat-hatilah dengan nafsu-mu, jangan sampai nafsu membawa kamu ke neraka.

 

4. “Apa yang PALING BERAT di dunia ini ?”


Murid-muridnya menjawab: “Besi, gajah”.

Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH”

Firman Alloh SWT dalam surah Al Ahzab:72.

”Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah tsb, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena tidak dapat memegang amanahnya.”

Memegang amanah itu berat, dan siapa yang berkhianat dan tidak memegang amanah, ialah orang munafik.

 

5. “Apa yang PALING RINGAN di dunia ?”


Ada yang menjawab: “Kapas, angin, debu dan dedaunan”.

Semua itu benar, kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “MENINGGALKAN SHALAT”.

Gara-gara cinta kepada lawan jenis, cinta kepada dunia (kekayaan), keluarga, pekerjaan kamu dengan ringan meninggalkan sholat, gara-gara bermusyawarah kamu dengan ringan meninggalkan shalat.

6. “Apakah yang PALING TAJAM di dunia ?”.

Murid-muridnya menjawab serentak: “Pedang !”.

Imam Ghazali membenarkan, tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA”.

Karena melalui lidahnya, manusia bisa melukai dan menyakiti hati saudara dan tetangganya sendiri. Luka akibat pedang masih bisa diobati, tapi luka kerena lidah kemana obat akan dicari.